Rabu, 27 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Purbaya Pangkas Anggaran MBG Rp67 Triliun, Ini Respons BGN

Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 sebesar Rp67 triliun, BGN memastikan layanan tetap berjalan optimal.

Tayang:
Penulis: Reza Deni
Tribunnews/Mario Christian Sumampow
EFISIENSI ANGGARAN MBG — Siswa menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 06 dan SDN 07 Pulogebang, Jakarta Timur, tanpa susu sebagai salah satu komponen gizi. Terkini, pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 sebesar Rp67 triliun dan menyesuaikan jadwal layanan menjadi lima hari dalam sepekan. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah memangkas anggaran program MBG 2026 sebesar Rp67 triliun
  • BGN memastikan layanan tetap berjalan meski ada efisiensi operasional
  • Jadwal pemberian makan dikurangi dari enam hari menjadi lima hari per pekan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTABadan Gizi Nasional (BGN) merespons keputusan pemerintah memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun 2026 sebesar Rp67 triliun.

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menegaskan efisiensi anggaran tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah menjalankan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

“BGN menghormati dan mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait langkah efisiensi anggaran negara,” kata Nanik kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Menurut Nanik, penyesuaian anggaran lebih difokuskan pada belanja operasional agar penggunaan dana program lebih efektif dan tepat sasaran.

“Penyesuaian ini lebih diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran semakin efektif dan memberikan dampak maksimal,” ujarnya.

 
Jadwal MBG Dipangkas Jadi Lima Hari

Pemerintah sebelumnya menyesuaikan anggaran MBG 2026 dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan selisih Rp67 triliun tersebut dialokasikan sebagai dana cadangan pemerintah.

Sebagai bagian dari langkah efisiensi, BGN mengurangi jadwal pemberian makan dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.

“Tetap melakukan beberapa langkah penghematan, seperti melayani lima hari yang awalnya enam hari. Juga saat-saat libur sekolah tidak melakukan pelayanan MBG, kecuali untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” kata Dadan.

Baca juga: Fraksi Golkar di MPR Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai MBG, Singgung Nasib Guru Honorer

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penyesuaian tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Ia menekankan efisiensi dilakukan agar anggaran tetap tepat sasaran tanpa mengurangi kualitas layanan gizi.

“Penghematan tertentu sesuai instruksi presiden, sehingga dana Badan Gizi Nasional bisa dipakai lebih efektif dan efisien. Yang penting tetap memberi makan murid-murid sekolah,” ujar Purbaya.

 
BGN Klaim Program Tetap Berjalan

Dalam APBN 2026, pagu resmi anggaran BGN tercatat sebesar Rp268 triliun.

Dana tersebut difokuskan untuk mendukung operasional program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Nanik mengungkapkan hingga 24 Mei 2026, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat melalui 29.225 SPPG di seluruh Indonesia.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved