Jumat, 5 Juni 2026

Kunjungan Presiden Ke Luar Negeri

Dasco Nilai Kritik Dino Patti Djalal soal Pembatasan Jumlah Kunjungan Prabowo ke LN Tak Substantif

Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal terkait frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Dasco nilai pembatasan kunjungan luar negeri Presiden bukan kritik yang substantif.
  • Presiden disebut memiliki strategi dinamis menyesuaikan kebutuhan geopolitik dan situasi nasional.
  • Lawatan luar negeri Prabowo diklaim singkat dan dilakukan sesuai kebutuhan mendesak.

 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Terkait pembatasan jumlah kunjungan luar negeri, Dasco menilai hal tersebut tidak substantif.

Menurut Dasco, frekuensi kunjungan luar negeri Presiden akan disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi yang ada.

"Menurut saya kalau masukan soal substansi geopolitik saya pikir saya setuju bahwa itu kemudian dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan ya, karena masukan-masukan yang bagus tentunya mengapa tidak," ungkap Dasco mengawali tanggapannya di Gedung DPR RI, Rabu (3/6/2026).

Tetapi, terkait frekuensi kunjungan Presiden ke luar negeri, Dasco menegaskan ada dinamika baik di luar maupun di dalam negeri yang mempengaruhi.

"Tentunya Presiden tadi sudah disampaikan juga mempunyai strategi-strategi yang tentunya tidak bisa dibatasi dengan jadwal harus sekian kali, harus sekian kali karena itu dinamis," ungkapnya.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu juga mengatakan, lawatan Presiden ke luar negeri dilakukan dalam waktu yang singkat.

"Membahas yang perlu-perlu, kemudian kembali. Dan kalau kemudian dadakan itu biasanya memang karena situasi yang memang harus membuat presiden juga harus sesegera berangkat," ungkapnya.

"Nah, jadi saya pikir hal-hal seperti itu marilah kemudian kita memberikan masukan yang substansi dan itu pasti akan diberikan ruang, tetapi kemudian pembatasan-pembatasan apalagi kemudian berkaitan dengan jumlah waktu kunjungan saya pikir itu enggak substansif," pungkasnya.

Baca juga: Emrus Kritik Gaya Komunikasi Teddy saat Menanggapi Dino Patti Djalal

Kata Dino Patti Djalal

WAWANCARA KHUSUS - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal  berpose usai wawancara dikediamannya di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026). Wawancara tersebut terkait pertemuan Dino Patti Djalal dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Rabu (4/6). Menurut Dino, yang ia sampaikan adalah fakta situasi internasional saat ini, bahwa belum ada alternatif lain yang secara konkret tersedia dan mendapat legitimasi global untuk menghentikan konflik di Gaza. Tribunnews/Jeprima
WAWANCARA KHUSUS - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal berpose usai wawancara dikediamannya di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026). (Tribunnews/Jeprima)

Sebelumnya, Dino Patti Djalal menyoroti langkah Prabowo yang kerap melakukan kunjungan ke luar negeri.

Untuk diketahui, selama menjabat sebagai Presiden RI per 20 Oktober 2024 lalu, hingga hari Sabtu, 30 Mei 2026, Prabowo tercatat telah melakukan kunjungan ke luar negeri sebanyak 49 kali selama menjabat 587 hari.

Dari 49 kali kunjungan ini, terdapat 28 negara yang menjadi tujuan Prabowo yang bahkan didatangi lebih dari sekali sehingga total durasi kunjungan ke luar negeri tersebut mencapai akumulasi sekitar 95 hari.

Melalui statistik tersebut,  tercatat bahwa 1 dari 6 hari yang dilalui Prabowo sebagai Presiden RI dihabiskan untuk kunjungan ke luar negeri.

Data tersebut pun ikut menjadi sorotan bagi mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal melalui akun media sosial resminya pada Sabtu (30/5/2026).

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved