Selasa, 2 Juni 2026

Kunjungan Presiden Ke Luar Negeri

Emrus Kritik Teddy Bandingkan Kunjungan Luar Negeri SBY dan Prabowo saat Jawab Dino Patti Djalal

Emrus mengkritik Teddy yang membandingkan era SBY dan Prabowo soal kunjungan luar negeri tidak menjawab kritik Dino

Tayang:
Instagram @prabowo
TEDDY BANDINGKAN DATA - Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, makan siang bersama dan diskusi di kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara nomor 4, Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (19/9/2024). Emrus mengkritik Teddy yang membandingkan era SBY dan Prabowo soal kunjungan luar negeri tidak menjawab kritik Dino 

Ringkasan Berita:
  • Emrus Sihombing menilai perbandingan jumlah rombongan kunjungan luar negeri era Prabowo dan era SBY tidak menjawab substansi kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal.
  • Menurutnya, kondisi ekonomi dan situasi nasional pada kedua periode pemerintahan berbeda sehingga tidak tepat dijadikan pembanding langsung.
  • Emrus meminta pemerintah lebih fokus menjelaskan manfaat, efektivitas, dan hasil konkret dari setiap kunjungan luar negeri Presiden.

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menyoroti cara Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya merespons kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Emrus, argumentasi yang membandingkan jumlah rombongan kunjungan Presiden pada era Prabowo dengan era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak menyentuh inti persoalan yang dipersoalkan publik.

"Sejatinya tidak usah membandingkan dengan pemerintahan masa lalu, di mana Dino Patti Djalal bagian dari pemerintahan masa SBY," kata Emrus saat diwawancarai.

Dalam cuplikan video yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet @sekretariat.kabinet, terlampir sekilas lembar data kunjungan kenegaraan dan kunjungan kerja Pemerintahan Presiden SBY kala itu ke Lisabon, Portugal; New York dan Washington DC, Amerika Serikat; dan Osaka, Jepang tanggal 18 September 2014 sampai 30 September 2014.

Teddy dalam video menguraikan, rombongan yang ikut serta dalam lawatan tersebut sekitar 120 orang.

Data kunjungan kenegaraan Pemerintah SBY pada 2014 ke sejumlah negara
ROMBONGAN SBY - Data kunjungan kenegaraan Pemerintah SBY pada 2014 ke sejumlah negara.

Termasuk Wamenlu Dino merupakan satu di antaranya yang ikut.

Seskab Teddy kemudian membandingkan data Daftar Rombongan Utama Pesawat Kepresidenan PK-GIG Dalam Rangka Kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Australia pada tanggal 11-12 November 2025 dengan rombongan berjumlah sekitar 50-60 orang.

Lantas dari hal itu, Emrus menilai pemerintah seharusnya lebih fokus menjelaskan tujuan, manfaat, dan efektivitas kunjungan luar negeri dibanding membawa perbandingan dengan pemerintahan sebelumnya.

Menurut Emrus, setiap periode pemerintahan memiliki konteks ekonomi, sosial, dan geopolitik yang berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara sederhana hanya berdasarkan jumlah rombongan yang ikut dalam kunjungan kenegaraan.

Baca juga: Emrus Kritik Gaya Komunikasi Teddy saat Menanggapi Dino Patti Djalal

"Masa SBY kan tidak seperti ini. Situasinya berbeda. Kondisi ekonomi berbeda, nilai rupiah berbeda," ujarnya.

Emrus menegaskan bahwa publik saat ini lebih membutuhkan penjelasan mengenai hasil konkret yang diperoleh dari setiap perjalanan luar negeri Presiden daripada sekadar mengetahui bahwa jumlah delegasi telah berkurang dibanding periode sebelumnya.

Dalam penjelasannya, Emrus mempertanyakan logika yang digunakan pemerintah ketika menyebut jumlah rombongan Presiden telah dipangkas dari sekitar 120 orang menjadi sekitar 60 orang sebagai bukti efisiensi.

Menurut dia, pengurangan jumlah peserta belum otomatis menunjukkan efisiensi apabila tidak disertai ukuran keberhasilan yang jelas.

"Kalau memang lebih efektif 60 orang dibanding 120 orang, jelaskan. Kenapa 60? Apa ukurannya? Apa hasilnya?" katanya.

Ia menilai pemerintah perlu menjelaskan alasan jumlah delegasi yang dianggap ideal dalam setiap kunjungan, termasuk manfaat yang dihasilkan dari keterlibatan para anggota rombongan tersebut.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved