Sebut RI-Timor Leste Saudara, PDIP: Perbatasan Negara Bukan untuk Memisahkan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bertemu dengan Sekjen Fretilin Mari Alkatiri di Dili untuk membahas penguatan demokrasi, hubungan bilateral
Ringkasan Berita:
- Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menggelar dialog dengan Sekjen Fretilin Mari Alkatiri di Dili untuk membahas penguatan demokrasi, hubungan bilateral, dan warisan ideologi Bung Karno.
- Kedua partai menekankan pentingnya integrasi ekonomi Pulau Timor dan hubungan tanpa eksploitasi.
- Pertemuan bilateral ini sekaligus menjadi tim pendahulu untuk mematangkan rencana kunjungan kenegaraan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ke Timor Leste pada Juli mendatang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menggelar pertemuan bilateral dan dialog intensif dengan jajaran pimpinan Partai Fretilin, termasuk Sekretaris Jenderal Fretilin, Mari Alkatiri.
Pertemuan strategis ini dilangsungkan di Kantor Pusat Fretilin, Dili, Timor Leste, pada Kamis (4/6/2026).
Dialog antartokoh politik dua negara ini menjadi wadah strategis untuk bertukar pandangan mengenai penguatan demokrasi, konsolidasi negara, hubungan bilateral Indonesia-Timor Leste, hingga tantangan menjaga warisan ideologi para pendiri bangsa.
Dalam kesempatan ini, Hasto didampingi oleh fungsionaris DPP PDIP, yakni Ketua Bidang Organisasi Andreas H. Pareira, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Andi Widjajanto, serta Direktur Luar Negeri Hanjaya Setiawan.
Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan dan Fretilin berdiri di atas platform politik inklusif yang sama, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan, kemanusiaan, demokrasi, dan keadilan sosial yang dipersatukan oleh nilai filosofis Pancasila.
Hasto juga mengulas pemikiran geopolitik Proklamator RI Bung Karno yang menyebut bahwa sistem demokrasi yang berkembang terlalu dini dan terlalu liberal berisiko menyulitkan konsolidasi internal bagi negara yang baru merdeka.
Menanggapi pandangan tersebut, Sekjen Fretilin Mari Alkatiri sepakat bahwa multipartai yang terlalu dini memang berpotensi memicu kerumitan dalam konsolidasi internal negara berkembang.
Di sisi lain, Mari Alkatiri membagikan memori emosional masa mudanya mengenai pengaruh besar Bung Karno dalam garis perjuangan hidupnya.
"Saya sejak kecil mengenal Bung Karno. Saat muda saya mengikuti pidato-pidato Bung Karno melalui radio. Pidato Bung Karno menjadi inspirasi yang menggelorakan semangat saya saat muda," tutur Alkatiri.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi, Andreas H. Pareira, menyoroti eratnya hubungan historis dan kultural antara Indonesia dan Timor Leste yang harus dipandang sebagai satu kesatuan masa depan kawasan.
"Apa yang terjadi di Timor Leste akan memengaruhi Indonesia, dan sebaliknya. Sebagai saudara, sudah selayaknya perbatasan negara tidak dibuat untuk memisahkan, melainkan justru menyatukan," kata Andreas.
Senada dengan Andreas, Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan PDIP, Andi Widjajanto, menilai hubungan kedua negara saat ini merupakan model penting bagi dunia internasional tentang bagaimana dua bangsa yang memiliki masa lalu konflik dapat bertransformasi menjadi mitra strategis yang saling mendukung.
Andi mengutip pernyataan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta yang mengapresiasi ketulusan Indonesia membantu kemandirian ekonomi Timor Leste tanpa eksploitasi, seperti kehadiran Bank Mandiri sebagai salah satu bank terbesar di sana.
Andi menekankan bahwa integrasi ekonomi Pulau Timor secara holistik menjadi agenda krusial bagi masa depan kemakmuran bersama kedua bangsa serumpun.
Baca juga: Saat Hasto Kristiyanto Kenakan Jersey Soekarno Run Menyusuri Pantai Dili Timor Leste
Adapun kehadiran delegasi PDIP di Dili ini merupakan bagian dari tim pendahulu untuk mematangkan keprotokoleran rencana kunjungan kenegaraan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada bulan Juli mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mari-alkatiri-1.jpg)