Jumat, 5 Juni 2026

Program Makan Bergizi Gratis

'Sentil' Sekolah Elite, Kepala BGN Evaluasi Jatah MBG untuk Prioritaskan Anak di Daerah 3T

Nanik S Deyang, menyebut pihaknya akan mengevaluasi pemberian jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekolah-sekolah berbiaya mahal atau elite. 

Tayang:
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
ARAH BGN KE DEPAN- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang saat jumpa pers perdana di Kantor BGN Pusat, Jakarta, Kamis (4/6/2026) sore. Nanik menyatakan akan melakukan efisiensi anggaran hingga fokus ke 3T. [Rizki Sandi Saputra] 
Ringkasan Berita:
  • BGN akan mengevaluasi pemberian jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah elite berbiaya mahal. 
  • Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan langkah ini dilakukan untuk efisiensi anggaran dan memprioritaskan distribusi makanan bergizi bagi anak-anak di daerah 3T.
  • Keputusan diambil setelah arahan Presiden Prabowo. Ke depan, alokasi akan digeser dari sekolah mandiri secara gizi menuju kawasan pedalaman yang lebih membutuhkan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menyebut pihaknya akan mengevaluasi pemberian jatah Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekolah-sekolah berbiaya mahal atau elite. 

Langkah efisiensi anggaran ini dilakukan untuk memprioritaskan distribusi makanan bagi anak-anak di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Keputusan itu diambil usai jajaran pimpinan BGN menggelar rapat konsolidasi internal dan menerima arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Nanik menilai distribusi program selama ini perlu dipertajam atau di-refocusing agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan secara sosial.

"Misalnya, nanti akan kita juga kalau ada sekolah-sekolah yang mahal gitu kan kita tanya apakah masih perlu MBG. Nah, ini yang kita alihkan ke 3T, ke jadi bisa aja sebetulnya penerima manfaatnya bertambah, tapi tambahannya ini sebetulnya mengurangi dari yang tidak fokus mungkin selama ini," ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026). 

Pada masa awal pelaksanaannya, kata Nanik, BGN mengamati bahwa intervensi gizi hampir diberikan secara pukul rata ke semua institusi pendidikan. Ke depannya, BGN akan menggeser alokasi dari sekolah elite yang dinilai sudah mandiri secara gizi menuju kawasan pedalaman yang belum tersentuh.

"Nah, sekarang kita fokuskan kan sekarang kan semua sekolah dikasih. Nah, sekarang kita fokuskan adalah ke 3T dan terutama untuk 3B," tegasnya.

Sebagai informasi, kelompok 3B yang menjadi target utama pemerintah merujuk pada ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita. 

Penajaman sasaran ke wilayah 3T dan kelompok 3B ini didasarkan pada rekomendasi pakar kesehatan dan dokter anak untuk mengoptimalkan pencegahan stunting sejak bulan pertama kehamilan hingga usia sembilan tahun.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved