Jumat, 5 Juni 2026

Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Cara Menata Niat dalam Bekerja

Khutbah Jumat 5 Juni 2026 mengangkat tema “Cara Menata Niat dalam Bekerja”, mengingatkan jamaah agar menata niat dalam bekerja.

Tayang:
Tribun Jambi
KHUTBAH JUMAT - Suasana Masjid Agung Al Falah Jambi. Khutbah Jumat 5 Juni 2026 mengangkat tema “Cara Menata Niat dalam Bekerja”, mengingatkan jamaah agar menata niat dalam bekerja. 

Dalam ayat lain, Allah menegaskan bahwa mencari karunia-Nya dalam perniagaan bukanlah sebuah dosa:

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ

“Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu.” (QS al-Baqarah: 198).

Begitu mulianya bekerja, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kabar gembira melalui lisan beliau yang mulia:

مِنَ الذُّنُوْبِ ذُنُوْبٌ لَا يُكَفِّرُهَا إِلََّا الْهَمَّ فِيْ طَلَبِ الْمَعِيْشَةِ

“Di antara dosa-dosa, ada dosa yang tidak bisa dihapus kecuali dengan keletihan dalam mencari nafkah.” (HR. At-Thabrani).

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Suatu ketika, para sahabat melihat seorang pemuda yang sangat kuat dan rajin bekerja di pagi hari. Mereka berkata, “Aduhai, seandainya kekuatan dan masa mudanya digunakan di jalan Allah (jihad).”

Mendengar itu, Rasulullah segera meluruskan pandangan mereka dengan sabdanya:

“Janganlah kalian berkata demikian. Jika ia bekerja untuk dirinya agar tidak meminta-minta, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk kedua orang tuanya atau keluarganya yang lemah, maka ia berada di jalan Allah. Namun, jika ia bekerja demi kesombongan dan pamer kekayaan, maka ia berada di jalan setan.”

Maka, jelaslah bagi kita, bahwa letak kemuliaan sebuah pekerjaan bukan pada jenis profesinya, melainkan pada niat dan adabnya. 

Menjadi tukang kayu yang memanggul kayu di punggungnya jauh lebih mulia di mata Allah daripada mereka yang memiliki keluasan harta namun menghabiskan waktu dengan meminta-minta atau menjadi beban bagi orang lain.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberkahi setiap tetes keringat kita, menjadikannya penghapus dosa, dan mengubah lelah kita menjadi lillah yang mengantarkan kita ke surga-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيمِ. وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ مِنّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ. أَقُولُ قَوْلى هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ

وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ.

Marilah kita akhiri khutbah ini dengan menyadari bahwa para sahabat Nabi dahulu adalah para pedagang di darat dan laut, serta petani di perkebunan kurma mereka. 

Mereka adalah teladan nyata bahwa kesalehan tidak menghalangi profesionalitas, dan kerja keras adalah bagian dari ibadah.

أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ،

اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved