Kamis, 11 Juni 2026

Prabowo Jawab Kritik Sering ke Luar Negeri: Jokowi Jarang Lawatan Juga Disalahkan

Prabowo menanggapi kritik soal lawatan luar negeri dengan menyinggung Jokowi dan menegaskan arah politik bebas aktif Indonesia.

Tayang:
Penulis: Taufik Ismail
YouTube Sekretariat Presiden
PRABOWO JAWAB KRITIK - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Munas XVIII HIPMI di Bandar Lampung, Lampung, Rabu (10/6/2026). Prabowo menanggapi kritik soal frekuensi kunjungan luar negerinya dan menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto merespons kritik terkait frekuensi kunjungan luar negerinya saat menghadiri Munas XVIII HIPMI di Bandar Lampung.
  • Prabowo menilai presiden kerap menjadi sasaran kritik, baik ketika jarang maupun sering melakukan lawatan ke luar negeri.
  • Ia menegaskan politik luar negeri Indonesia tetap berpegang pada prinsip bebas aktif dan non-blok di tengah dinamika geopolitik global.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto merespons kritik yang ditujukan kepadanya terkait frekuensi kunjungan ke luar negeri.

Menurut Prabowo, seorang presiden bisa menjadi sasaran kritik baik saat jarang maupun sering melakukan lawatan ke mancanegara.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (10/6/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung pengalaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menurutnya juga pernah mendapat kritik karena dinilai jarang melakukan kunjungan ke luar negeri selama menjabat.

"Jadi, ada presiden kayak Pak Jokowi yang jarang ke luar negeri, disalahkan ya kan ‘Jokowi nggak pernah ke luar negeri. Jokowi tidak peduli politik luar negeri’," kata Prabowo.

Prabowo kemudian membandingkannya dengan kritik yang kini diarahkan kepadanya karena lebih sering melakukan kunjungan ke berbagai negara.

"Saya sering ke luar negeri, ‘Prabowo sering ke luar negeri’. Aneh… Sebenernya tidak ada masalah gitu, bener nggak," tutur Prabowo.

Baca juga: Prabowo saat Munas HIPMI: Pengusaha Banyak Dosanya, tapi Nggak Apa-apa, Dosa Kita Tutup

Singgung Dinamika Geopolitik Global

Presiden mengatakan kunjungan luar negeri yang dilakukannya tidak terlepas dari perkembangan situasi global yang terus berubah dan penuh ketidakpastian.

Menurut Prabowo, kondisi geopolitik dunia saat ini bergerak sangat dinamis sehingga setiap negara perlu terus membangun komunikasi dan hubungan dengan berbagai pihak.

"Situasi mungkin berubah, sekarang dinamikanya geopolitik begitu kacau. Kita tidak tahu kawan siapa, lawan siapa," tutur Prabowo.

Pernyataan tersebut menjadi penjelasan Presiden mengenai pentingnya diplomasi dan komunikasi antarnegara di tengah perubahan konstelasi global.

Tegaskan Politik Bebas Aktif dan Non-Blok

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap melanjutkan kebijakan politik luar negeri yang telah menjadi pijakan sejak lama, yakni politik bebas aktif dan non-blok.

Ia menyebut arah kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari garis politik luar negeri yang telah digariskan para pemimpin Indonesia terdahulu.

Dengan prinsip itu, Indonesia tidak bergabung dengan pakta militer mana pun dan tetap menjaga hubungan baik dengan berbagai negara.

"Karena itu, begitu saya menerima mandat sebagai Presiden, saya langsung, saya langsung gariskan politik luar negeri kita meneruskan politik non aligned, politik non-blok, politik bebas aktif. 1000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh," kata Prabowo.

Baca juga: Bahlil Izin Panggil Kanda ke Prabowo: Biar Olahannya Cepat Masuk

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved