Prakiraan Cuaca
BMKG: Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang, Ini Wilayah yang Terdampak
BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Juli hingga September, berikut daftar wilayah yang terdampak.
Ardhasena mengungkapkan fenomena El Nino diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027 dengan peluang mencapai kategori moderat sebesar 98 persen dan kategori kuat sebesar 62 persen.
Kondisi tersebut berpotensi memperkuat dampak musim kemarau di Indonesia, terutama hingga pertengahan Oktober 2026.
Waspadai Kekeringan dan Karhutla
BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca yang lebih kering berpotensi meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Untuk mengurangi risiko tersebut, BMKG bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi dalam upaya pencegahan, termasuk melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang aktif dalam rentang waktu beberapa jam hingga 10 hari ke depan.
Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG serta menghubungi kantor BMKG terdekat apabila membutuhkan informasi yang lebih rinci terkait kondisi iklim di daerahnya.
Langkah tersebut penting untuk menghindari informasi yang tidak terverifikasi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
(Tribunnews.com/Latifah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/musim-kemarau-ekstrim-atau-elnino-diperkirakan-akan-mencapai-puncaknya-agustus-mendatang.jpg)