Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Bertafakur di Awal Muharram Tahun Baru Islam 1448 H
Khutbah Jumat 12 Juni 2026 bertema Bertafakur di Awal Muharram Tahun Baru Islam 1448 H, ada 3 hal penting untuk direnungkan memasuki Muharram.
Khutbah ini mengajak jamaah untuk menjadikan tahun baru Islam 1448 H sebagai awal perjalanan menuju kehidupan yang lebih bermakna, penuh keberkahan, dan diridhai Allah SWT.
Selengkapnya simak khutbah Jumat 12 Juni 2026 bertema Bertafakur di Awal Muharram Tahun Baru Islam 1448 H, mengutip dari Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur berikut ini.
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Bertafakur di Awal Muharram Tahun Baru Islam 1448 H
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ أَفْضَلَ الشُّهُوْرِ بِشَهْرِ الْمُحَرَّمِ، وَالَّذِيْ ابْتَدَأَ الْمُحَرَّمَ مِنْ أَوَّلِ اْلأَعْوَامِ، أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ عَلَى مَمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالشُّهُوْرِ وَاْلأَيَّامِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوْا اللَّهَ وَافْعَلُوْا الْخَيْرَاتِ وَاجْتَنِبُوا السَّيِّئَاتِ. اِتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ فَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَأُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي وَقَاتَلُوا وَقُتِلُوا لَأكَفِّرَنَّ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأدْخِلَنَّهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ ثَوَابًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الثَّوَابِ
Hadirin Rahimakumullah
Atas berkat limpahan rahmat dan karunia Allah SWT pada hari ini kita telah memasuki tahun baru hijiriyah satu Muharram 1448 H. dalam bulan Muharram terdapat hari-hari yang mulia yaitu hari Tasu’a dan ‘Asyuro’, di mana kedua hari itu banyak mengandung arti dan faedah bahkan mengandung banyak sejarah.
Manakala matahari pada tanggal satu Muharram telah menampakkan diri di ufuk belahan timur, berarti bertambahlah hitungan usia kita satu tahun.
Bertambahnya hitungan umur berarti bertambahnya kesempatan bagi kita untuk lebih lama merasakan udara kehidupan, yang berarti pula bertambahnya kenikmatan Allah yang tercurahkan kepada kita.
Untuk itulah, dalam kesempatan yang mulia ini, di hari dan bulan yang juga mulia ini, mari bersama-sama untuk lebih meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan jalan melaksanakan semua perintahNya serta meninggalkan larangan-laranganNya. Dan itulah makna takwa yang sebenarnya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Ada tiga hal yang penting kita renungkan di awal bulan Muharram atau tahun baru Hijriyah ini:
-
Bersyukur atas nikmat Allah.
Umur adalah nikmat yang diberikan Allah kepada kita, dan jarang kita syukuri. Sampai saat ini, kita masih diberi kesempatan (umur) oleh Allah untuk bertaubat, memperbaiki kesalahan yang kita berbuat dan menambah atau meningkatkan amal salih sebagai bekal menghadap Allah. Firman Allah SWT:
وَقِيلَ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا مَاذَا أَنْزَلَ رَبُّكُمْ قَالُوا خَيْرًا لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَلَدَارُ الْآَخِرَةِ خَيْرٌ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِينَ
“Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.” (QS. An-Nahl: 30)
2. Muhasabah (introspeksi diri)
Sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal salih.
Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita, namun merupakan peringatan bagi kita akan apa yang sudah kita lakukan pada tahun yang telah berlalu dan apa yang akan kita perbuat di hari esok.
3. Mengenang Hijrah Rasulullah SAW
Peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW seyogyanya kita ambil sebagai pelajaran berharga dalam kehidupan sehari-hari.
Peristiwa hijrah banyak menyimpan makna dan nilai-nilai.
Di antaranya adalah ketahanan beriman dan semangat menyebarkan Ruh al-Islam ke dalam berbagai aspek kehidupan, sebagaimana yang tergambar dalam perjuangan Rasulullah SAW dan para pengikut setianya.
Setelah 13 tahun di Makkah mereka berjuang dengan mencurahkan tenaga, pikiran, harta benda dan bahkan nyawanya demi mejalankan misinya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/salat-tarawih-ramadhan-di-masjid-istiqlal_20230322_213515.jpg)