Harga BBM Naik
Pakaian Hitam Mahasiswa UI: Simbol Pupusnya Harapan, Era Menuju 'Kegelapan'
Mereka akan bertolak menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat untuk mengikuti aksi bertajuk 'MenujuIndonesiaBangkrut'.
Ringkasan Berita:
- Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus, dipimpin BEM UI, menggelar aksi bertajuk #MenujuIndonesiaBangkrut di Bundaran HI, Jakarta.
- Massa mengenakan pakaian hitam sebagai simbol pupusnya harapan dan kekhawatiran atas kondisi ekonomi, demokrasi, dan moral bangsa.
- Sebanyak 3.099 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi dengan pendekatan humanis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di lapangan parkir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Indonesia (UI), Jumat (12/6/2026) pukul 09.00 WIB, ratusan mahasiswa mulai berkumpul.
Menjelang pukul 11.00 WIB, jumlah mahasiswa semakin banyak mencapai ribuan.
Para mahasiswa hanya menggunakan dua warna baju.
Baju hitam dan jaket kuning jas almamater kebanggaan mahasiswa UI.
Mereka akan bertolak menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat untuk mengikuti aksi bertajuk 'MenujuIndonesiaBangkrut'.
Simbol Pakaian Hitam
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan mengungkapkan alasannya mengenakan pakaian hitam
Athof mendesak pemerintah dan DPR untuk menghentikan program yang memboroskan anggaran serta berhenti berkilah dari kondisi krisis yang ada.
Menurut Athof, aksi ini membawa tagar #MenujuIndonesiaBangkrut, sebagai peringatan terhadap kemunduran di sektor ekonomi, demokrasi, dan moralitas bangsa.
Dia lalu menjelaskan makna penggunaan pakaian serba hitam.
“Ini menyimbolkan pupusnya harapan dan kondisi yang mengarah ke kegelapan,” katanya.
Demo sejumlah kampus
Tak hanya mahasiswa UI, demo di Bundaran HI rencananya diikuti mahasiswa dari kampus lain.
Diantaranya BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, BEM NF, IPB, UIN, dan elemen mahasiswa lainnya.
Massa yang berangkat dari wilayah Depok diperkirakan berjumlah 1.000 orang, dan jika digabungkan dengan titik lain totalnya bisa mencapai 3.000 orang.
“Karena kita sudah menyadari bahwa ekonomi itu hanya tumbuh di atas kertas, tetapi tidak berubah di atas meja rakyat,” kata Athof.
Tuntutan mahasiswa
Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI Albani Ilmi menjelaskan ada 5 tuntutan utama yang dibawa para pengunjuk rasa yakni:
- Meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran APBN.
- Menuntut penurunan harga BBM dan harga kebutuhan pokok.
- Meminta pemerintah memberhentikan program-program populismenya seperti MBG (Makan
- Bergizi Gratis) dan Koperasi Desa Mawar Putih.
- Menuntut penghentian militerisme di ranah sipil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ndonesia-UI-Jumat-1262026-puk.jpg)