Sejarah Malam 1 Suro yang Sakral, Lengkap dengan Kumpulan Ucapannya dalam Bahasa Jawa
Malam 1 suro merupakan momen yang dianggap sakral dalam penanggalan Jawa, berikut sejarah dan kumpulan ucapan perayaannya dalam bahasa Jawa.
TRIBUNNEWS.COM - Malam 1 Suro bagi masyarakat Jawa dianggap sebagai waktu yang sangat sakral.
Mengutip dari sonobudoyo.jogjaprov.go.id, 1 Suro bertepatan dengan tanggal 1 Muharram, dan tahun ini jatuh pada 16 Juni 2026.
Berdasarkan perhitungan Jawa, malam Suro dimulai sejak setelah maghrib sebelum tanggal 1 Suro.
Artinya malam 1 suro dimulai pada hari ini, Senin (15/6/2025).
Umumnya pada malam 1 Suro, masyarakat khususnya di Jawa akan melaksanakan ritual atau tradisi tertentu seperti kirap hingga jamasan pusaka.
Baca juga: Kalender Jawa Juni 2026 Dilengkapi Weton, Wuku, Neptu, Tanggal Hijriah dan Malam 1 Suro 2026
Sejarah Malam 1 Suro
Tradisi malam Satu Suro menjadi sebuah momen sakral yang masih dipercaya masyarakat Jawa, terutama di daerah Yogyakarta dan Surakarta.
Tanggal satu Suro merupakan penanda tahun baru di penanggalan Jawa, yang bertepatan juga dengan tanggal satu Muharram di kalender Hijriyah (tahun baru Islam).
Pada malam 1 Suro, umumnya akan diselenggarakan tradisi khusus untuk menyambut tahun baru,
Mengutip dari ambarrukmo.com, awal mula tradisi Satu Suro ini terjadi pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Islam.
Suro dalam penanggalan Jawa dapat diartikan dengan bulan yang suci serta menyimpan energi spiritual yang tinggi.
Seluruh masyarakat Jawa yang masih mempercayai tradisi Kejawen pada malam 1 suro yang diharapkan untuk melakukan introspeksi diri serta memanjatkan doa untuk satu tahun berikutnya.
Penanggalan ini, berdasarkan sejarahnya, disusun oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma merupakan raja ketiga (1613–1645) dari Kerajaan Mataram Islam.
Ia menciptakan penanggalan Jawa yang juga terdapat unsur kalender Islam di dalamnya.
Proses penyatuan kalender Jawa dan Islam ini terjadi pada Jumat Legi, Jumadil Akhir tahun 1555 Saka atau 8 Juli 1633 Masehi.
Pada saat proses penyusunan kalender Jawa atau populer juga dengan sebutan kalender Sultan Agungan, beliau ingin membuat satu waktu dimana seluruh rakyat dari berbagai kalangan untuk mensucikan diri dari segala hal buruk dan introspeksi atas berbagai hal yang terjadi sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/KIRAB-1-SURO-2025-keraton-kasunanan.jpg)