Mata Uang Kripto

Kotoran Sapi Dimanfaatkan untuk Aktivitas Penambangan Bitcoin, Diklaim Bisa Bebas Emisi

Owen peternak dari Irlandia Utara mulai mengeluarkan inovasi kreatif dengan mengubah metana yang dilepaskan kotoran sapi dan mengubahnya jadi listrik

Shutterstock
Ilustrasi investasi Bitcoin. Aktivitas penambangan Bitcoin menggunakan energi gas suar dan gas kotoran hewan diklaim dapat menurunkan daya komputasi menuju nol emisi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON – Aktivitas penambangan Bitcoin menggunakan energi gas suar dan gas kotoran hewan diklaim dapat menurunkan daya komputasi menuju nol emisi.

Meski investasi kripto dapat mengantarkan pundi-pundi pemasukan yang fantastis bagi investor, namun karena aktivitas penambangan atau mining cryptocurrency mendorong percepatan pencemaran lingkungan, membuat para banker sentral serta otoritas pecinta lingkungan mulai mengkritik keras aktivitas penambangan mata uang kripto.

Menurut laporan dari organisasi perserikatan bangsa-bangsa (PBB) aktivitas penambangan Bitcoin dapat menghasilkan 146,97 kg karbon dioksida. Ancaman ini yang dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan Bumi.

Baca juga: Izin Exchange Kripto di Indonesia Dibatasi, Begini Tanggapan Pelaku Industri

Ditengah memanasnya pertentangan aktivitas penambangan kripto, Owen peternak dari Irlandia Utara mulai mengeluarkan inovasi kreatif dengan mengubah metana yang dilepaskan kotoran sapi dan mengubahnya menjadi listrik.

Aliran listrik inilah yang nantinya akan ditampung di Scilling Digital Mining, perusahaan pencari  energi terbarukan asal Irlandia.

Setelah melewati  proses fermentasi yang panjang, barulah listrik hasil biogas ini akan ditransfer ke rig penambangan uang kripto untuk menjalankan aktivitas komputasi berbagai mata uang kripto seperti Bitcoin, melansir dari Cointelegraph.

Walau listrik yang dihasilkan belum dapat maksimal, namun inovasi kreatif ini telah didukung oleh beberapa analis kondang industri kripto seperti Daniel Batten.

Bahkan dalam laporan studi filantropis yang dibuatnya Batten, menyebut bahwa penggunaan gas limbah dari kotoran hewan dapat membantu translasi mata uang kripto terbesar di dunia untuk menjadi uang tanpa emisi.

Baca juga: Analis JPMorgan Menyarankan Investor untuk Menjual Aset Kripto dan Beralih ke Saham

Apabila nantinya semua aktivitas penambangan Bitcoin berubah menggunakan energi listrik dari gas kotoran ternak, diprediksi emisi kotor yang dilepaskan jaringan Bitcoin dapat berkurang sebesar 63 persen.

Dengan begini para penambang dapat menambah aktivitas miningnya untuk mempercepat proses pembuatan Bitcoin.

“Peran peternak bertanggung jawab atas sepertiga emisi gas rumah kaca Irlandia, limbah gas tidak hanya dapat membersihkan polusi tetapi juga dapat menambah pundi pendapatan melalui BTC yang ditambang.” jelas Mark Morton, direktur pelaksana di pabrik Scilling.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved