Mata Uang Kripto

Genesis Mengalami Krisis Likuiditas, Bakal Mengikuti Nasib FTX?

Tanda-tanda kebangkrutan mulai mencuat ke publik setelah entitas pemberi pinjaman kripto Genesis Global Trading menghentikan penyaluran pinjaman

IST
Ilustrasi aset kripto. Pemberi pinjaman kripto, Genesis Global Capital dengan tegas membantah isu kebangkrutan yang tengah menghantam perusahaan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com  Namira Yunia Lestanti

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK – Pemberi pinjaman kripto, Genesis Global Capital dengan tegas membantah isu kebangkrutan yang tengah menghantam perusahaan.

Pernyataan tersebut dilontarkan setelah para investor menuding Genesis tengah berada diambang kehancuran seperti yang dialami oleh bursa FTX.

Meski sedang mengalami krisis likuiditas, namun raksasa pemberi pinjaman kripto terbesar di dunia ini menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengajukan laporan kebangkrutan kepada pengadilan Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Utang Kian Membengkak, FTX Minta Bursa Kripto Global Lakukan Galang Dana

"Kami tidak memiliki rencana untuk mengajukan kebangkrutan dalam waktu dekat dan akan berusaha untuk menyelesaikan situasi tersebut secara consensus,” jelas juru bicara Genesis seperti yang dikutip dari Al Jazeera pada Selasa (22/11/2022).

Tanda-tanda kebangkrutan mulai mencuat ke publik setelah entitas pemberi pinjaman (lender) kripto bagi Genesis Trading, yakni Genesis Global Trading menghentikan penyaluran dan penebusan pinjaman baru bagi para investor kripto.

Kebijakan tersebut sontak membuat publik berspekulasi bahwa Genesis tengah mengalami kemunduran seperti FTX, meski Genesis telah menyangkal isu tersebut dengan alasan mengamankan perusahaan dari gejolak pasar kripto. 

Baca juga: FTX Bangkrut, Waspada dengan Website Palsu yang Klaim Bisa Bantu Investor Tarik Dana Kripto

Akan tetapi hal tersebut tak dapat meredakan kecemasan para investor akhirnya pada 16 November lalu  melakukan aksi rush atau penarikan kripto secara massal.

Hingga suku bunga pinjaman Genesis Dollar (GUS) melonjak 75 persen dan membuat likuiditas Genesis menyusut.

Kemunduran ini tak hanya dialami oleh kantor Genesis yang berbasis di Stamford Amerika, menurut  laporan Bloomberg kantor News Genesis yang berlokasi di New York City, London dan Singapura juga mengalami hal serupa.

Rencananya untuk mencegah pembengkakan kerugian, Genesis akan menggalang pendanaan dan mencari pinjaman darurat sebesar 1 miliar dolar AS, untuk menyelamatkannya nasib perusahaan yang tengah kesulitan mengumpulkan uang tunai untuk unit pinjamannya.

Meski hingga kini belum ada investor yang bersedia mendanai Genesis, namun menurut orang orang kepercayaan Genesis raksasa peminjam kripto tengah mendekati bursa pertukaran cryptocurrency seperti Binance dan perusahaan ekuitas swasta Apollo Global Management guna mencari bantuan modal.

Baca juga: Bursa Kripto FTX Berutang Hampir 3,1 Miliar Dolar AS kepada 50 Kreditur

Lebih lanjut sbelum dilanda isu kebangkrutan pada akhir kuartal III 2022, Genesis Global Capital memiliki total pinjaman aktif sebesar 2,8 miliar dolar as atau setara Rp 44 triliun (satuan kurs Rp 15.713).  Hingga platform tersebut menjadi salah satu pemain terbesar di industri ini kripto.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved