Jumat, 5 Juni 2026

Miliarder Tim Draper Prediksi Harga Bitcoin Capai 250 Ribu Dolar AS pada 2023

Investor modal ventura asal Amerika Serikat Tim Draper memperkirakan Bitcoin akan mencapai 250 ribu dolar AS pada pertengahan tahun depan.

Tayang:
Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Hendra Gunawan
Bitcoin.com
Ilustrasi Bitcoin 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, LISBON - Investor modal ventura asal Amerika Serikat Tim Draper memperkirakan Bitcoin akan mencapai 250 ribu dolar AS pada pertengahan tahun depan.

Miliarder ini menambahkan, Bitcoin akan mencapai nilai tersebut bahkan setelah industri cryptocurrency tahun ini mengalami gejolak, yang ditandai penurunan harga aset kripto dan kebangkrutan perusahaan-perusahaan di sektor ini.

Drapper sebelumnya memperkirakan Bitcoin, mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya, akan mencapai 250 ribu dolar AS pada akhir tahun ini.

Baca juga: El Salvador Dirikan Kantor Bitcoin Nasional untuk Kelola Proyek Terkait Mata Uang Kripto

Namun pada awal November, dalam konferensi teknologi Web Summit di ibukota Portugal, Lisbon, dia mengatakan akan memakan waktu hingga Juni 2023 untuk mewujudkan prediksinya itu.

Dia menegaskan kembali prediksinya itu pada Sabtu (3/12/2022), ketika ditanya bagaimana perkiraannya mengenai harga Bitcoin setelah jatuhnya pertukaran kripto FTX.

“Saya telah memperpanjang prediksi saya selama enam bulan. $250k masih menjadi nomor saya,” kata Draper, yang dikutip dari CNBC.

Bitcoin perlu mengumpulkan sekitar 1.400 persen dari harganya saat ini, yaitu 17 ribu dolar AS, agar prediksi Draper menjadi kenyataan. Harga cryptocurrency telah anjlok lebih dari 60 persen sejak awal tahun ini.

Harga mata uang digital telah bergejolak karena kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve AS (The Fed) dan kebangkrutan di perusahaan besar industri kripto termasuk Terra, Celcius dan FTX yang memberikan tekanan kuat pada harga cryptocurrency.

Kebangkrutan FTX juga memperburuk krisis likuiditas yang sudah parah di industri tersebut. Pertukaran kripto Gemini dan pemberi pinjaman Genesis adalah beberapa perusahaan yang dikatakan terkena dampak dari keruntuhan FTX.

Pekan lalu, investor veteran Mark Mobius mengatakan harga Bitcoin bisa jatuh ke level 10 ribu dolar AS pada tahun depan, lebih rendah 40 persen dari harga saat ini.

Baca juga: Pasar Kripto Redup, Masa Depan Bitcoin Cs Diramal Punah

Meski demikian, Draper yakin harga Bitcoin akan naik di tahun baru.

“Saya mengharapkan penerbangan ke crypto yang berkualitas dan terdesentralisasi seperti bitcoin, dan untuk beberapa koin yang lebih lemah menjadi peninggalan,” ujarnya.

Draper, pendiri Draper Associates, merupakan salah satu investor paling terkenal di Silicon Valley. Dia berhasil bertaruh pada perusahaan teknologi seperti Tesla, Skype dan Baidu.

Pada 2014, Draper membeli 29.656 Bitcoin yang disita oleh Dinas Marshal Amerika Serikat dari pasar dark web Silk Road seharga 18,7 juta dolar AS.

Di tahun itu juga dia memperkirakan harga Bitcoin akan mencapai 10 ribu dolar AS dalam tiga tahun. Harga Bitcoin terus naik mendekati 20 ribu dolar AS pada 2017.

Namun, beberapa taruhan Draper lainnya telah memburuk. Dia berinvestasi di Theranos, sebuah startup kesehatan yang secara keliru mengklaim mampu mendeteksi penyakit dengan beberapa tetes darah. Pendiri Theranos, Elizabeth Holmes, telah dijatuhi hukuman 11 tahun penjara karena kasus penipuan.

Kripto dan Wanita

Alasan Draper memprediksi harga Bitcoin akan mencapai 250 ribu dolar AS pada tahun depan, karena masih ada demografi besar yang belum dimanfaatkan untuk mata uang kripto itu, yaitu wanita.

“Asumsi saya adalah, karena wanita mengendalikan 80 persen pengeluaran ritel dan hanya 1 dari 7 dompet bitcoin yang saat ini dipegang oleh wanita, bendungan akan segera rusak,” kata Draper.

Baca juga: Pemerintah AS Ternyata Punya Simpanan Lebih Dari 214.000 Bitcoin

Industri kripto telah lama memiliki masalah dengan perbedaan gender. Menurut survei yang dilakukan CNBC dan Acorns by Momentive, pria dua kali lipat lebih banyak daripada wanita dalam berinvestasi pada aset digital, yaitu sekitar 16 persen untuk pria dan 7 persen untuk wanita.

“Pengecer akan menghemat sekitar 2% untuk setiap pembelian yang dilakukan dalam bitcoin vs dolar. Begitu pengecer menyadari bahwa 2% dapat menggandakan keuntungan mereka, bitcoin akan ada di mana-mana,” ungkap Draper.

Perantara pembayaran seperti Visa dan Mastercard saat ini membebankan biaya setinggi 2 persen setiap kali pemegang kartu kredit menggunakan kartu mereka untuk membayar sesuatu. Bitcoin menawarkan cara bagi orang untuk melewati perantara.

Namun, menggunakan koin digital untuk belanja sehari-hari termasuk sulit dilakukan, karena harganya sangat fluktuatif dan koin tersebut tidak diterima secara luas sebagai mata uang.

“Ketika orang dapat membeli makanan, pakaian, dan tempat tinggal mereka semua dalam bitcoin, mereka tidak akan menggunakan dolar fiat perbankan terpusat,” kata Draper.

“Manajemen fiat terpusat dan tidak menentu. Ketika seorang politikus memutuskan untuk membelanjakan $10 triliun, dolar Anda menjadi bernilai sekitar 82 sen. Kemudian Fed perlu menaikkan suku bunga untuk menebus pengeluaran, dan keputusan terpusat yang sewenang-wenang itu menciptakan ekonomi yang tidak konsisten,” tambahnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved