Ferrari Van Jogja
Ricky Elson: Kasus Dahlan Iskan Bisa Diselesaikan Secara Baik-baik
Ricky Elson, satu dari lima anggota tim Putra Petir bentukan Dahlan Iskan, melihat perlunya pengembangan mobil
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo, Jepang
TRIBUNNEWS.COM - Ricky Elson, satu dari lima anggota tim Putra Petir bentukan Dahlan Iskan, melihat perlunya pengembangan mobil listrik yang sekarang dilakukan sudah benar. Sedangkan permasalahan Danet Suryatama yang ingin menuntut Dahlan Iskan (DI) diharapkan bisa diselesaikan baik-baik sebagai sesama orang Indonesia.
"Yang saya tahu pak DI tetap membuka pintunya lebar-lebar untuk bicara dan bahkan tetap akan memberikan proyeknya kepada Danet kalau dia mau ketemu dan bicara baik-baik dengan DI. Kini tinggal dari Danet sendiri mau membuka diri gak dan mau menyelesaikan baik-baik gak persoalannya dengan DI, bertemu langsung dengan DI ," paparnya khusus kepada Tribunnews.com, Senin (14/1/2013) di Tokyo.
Pengembangan mobil listrik yang dilakukan DI sudah benar, "Sudah bagus apa yang dimulai oleh DI untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia, tinggal kita lanjutkan terus, apalagi kita dapat banyak pengalaman sangat berharga dari kecelakaan kemarin. Yang pasti malah akan semakin menyempurnakan pengembangan mobil listrik tersebut ke masa depannya."
Meskipun demikian, untuk bisa mencapai level produksi massal mobil listrik seperti yang dilakukan Toyota misalnya, menurut Ricky, Indonesia butuh 25 tahun lagi.
"Kelemahan utama karena engineer kita atau sumber daya manusia kita masih sangat sedikit dan perlu waktu lama untuk bisa sampai ke produksi massal, di samping juga hal-hal lain."
Yang pasti Ricky melihat kegiatan pengembangan mobil listrik di Indonesia saat ini sudah benar dan tepat, "Kita mulai sedikit demi sedikit, tak bisa mendadak besar. Ini pula yang dilakukan pengusaha Jepang, dengan step by step, dari yang kecil, lama lama menjadi besar. Kalau kita tidak lakukan sekarang ini, tetapi baru nanti setelah 25 tahun kita mulai, ya pasti sudah terlambat semua. Kita hanya dijajah negara pembuat mobil-mobil tersebut saja yang hanya ingin memeras Indonesia sebagai tempat pasar jualnya."
Saat ini Ricky, yang sudah bekerja di perusahaan besar Jepang, dan memutuskan untuk mulai mengkonsentrasikan diri pada pembangunan di Indonesia.
"Saya melihat pengalaman lalu hidup terpecah di Indonesia dan di Jepang, kurang baik. Jadi saya putuskan akan mencurahkan penuh perhatian, kerja, karya pengabdian saya hanya untuk Indonesia," kata penemu sedikitnya dua teknologi motor terbaru dari Jepang ini kelahiran Pariaman, Padang 32 tahun lalu. Kedua hasil teknologi yang ditemukan itu sudah dipatentkan perusahaannya di Jepang.
Ricky juga mengakui setiap bulan menerima uang gaji DI sesuai yang dijanjikan DI, "Semua uang itu saya berikan untuk pengembangan tim saya bagi kemajuan teknologi di Indonesia. Antara lain pengembangan teknologi motor turbin angin, pembangkit listrik tenaga angin yang akan kita bangun di pulau Sumba. Jadi dari uang itu, keluarga saya saja tak dapat, semua saya kembalikan untuk memajukan Indonesia."
Satu hal lain yang jadi perhatian Ricky pula, sudah waktunya Indonesia semakin memberdayakan laki-laki, "Banyak laki-laki di Indonesia yang kelihatan menganggur, nongkrong-nongkrong di warung. Sedangkan banyak wanita yang justru bekerja keras di pabrik-pabrik. Saya ingin sekali pemerintah memberdayakan lebih aktif lagi kaum lelaki supaya pembangunan dapat berjalan lebih baik lagi."
OTOMOTIF POPULER