Breaking News:

IIMS 2015

IIMS 2015, Ajang Pameran Otomotif yang Membuat Masa Lalu Menjadi Baru

Tidak sekadar brand otomotif ternama, IIMS 2015 juga menghadirkan nuansa masa lalu dalam pameran yang diselenggarakan PT Dyandra Promosindo itu

Tribunnews/Advertorial
Salah satu mobil Bentley di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, 20-30 Agustus 2015. Dalam pameran otomotif tersebut beberapa mobil lawas menjadi perhatian yang menarik para pengunjung yang datang. 

TRIBUNNEWS.COM – Ajang pameran otomotif terbesar Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 tidak hanya menghadirkan jejeran mobil dan motor dari berbagai brand ternama. Ajang itu juga menjadi tempat bagi siapa pun yang ingin bernostalgia dengan masa lalu.

Setidaknya hal itu terlihat dari sebagian deretan mobil dan motor yang dipamerkan di Jakarta International Expo Kemayoran tersebut. Beberapa brand sengaja menghadirkan nuansa klasik atau retro untuk memuaskan keinginan bernostalgia para pengunjung.

Fiat adalah salah satu contohnya. Brand otomotif dari Italia itu menyuguhkan Fiat 500 1957 Edition yang tampil sempurna dengan dua varian, Lounge dan Cabriolet. Dua varian tersebut dihadirkan dengan desain retro yang dilengkapi velg alumunium 16 inci yang berwarna senada dengan body.

Dengan paduan desain retro dan fitur modern---seperti transmisi otomatis 6 percepatan dengan Auto Stick shifter untuk pengalaman berkendara yang menyenangkan---Fiat 500 1957 Edition dipersembahkan bagi publik Indonesia secara terbatas, hanya 57 unit.

Jumlah yang terbatas itu bukannya dilakukan tanpa alasan. 57 merupakan “angka keramat” bagi produsen otomotif asal Negeri Pizza tersebut. Terhitung pada tahun 1957 Nouva Cinquecento, sebuah city car pertama asal Fiat, lahir dan memenuhi jalanan kota-kota besar Italia pada masa itu.

Kemudian setelah tahun 1957, berturut-turut Fiat menjadi brand berkelas yang mampu menjangkau kebutuhan otomotif warga Italia dan dunia.

Selain memenuhi kebutuhan mobilitas warga Italia setelah Perang Dunia II, Fiat “Nouva” 500 juga tercatat menjadi katalisator bagi penjualan mobil di Italia. Total penjualan Fiat “Nouva” 500 pun mencapai 4 juta unit sejak 1957 hingga 1975.

Kini setelah bertahun-tahun berselang, Fiat telah sukses membangun kesadaran publik dengan beragam mobilnya yang tersedia dengan beragam pilihan kombinasi warna, varian, aksesoris, dan performa mesin. Semua itu tentunya dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan kenyamanan berkendara pengemudi.

Fiat 500 1957 Edition yang dihadirkan di IIMS 2015 itu sendiri memiliki efisiensi bahan bakar dan serangkaian teknologi yang dikombinasikan dengan desain ala Italia yang ikonik. City-car tersebut dilengkapi dengan beberapa fitur yang sanggup membuat pengendara merasa nyaman.

Misalnya saja mesin 1,4 liter dengan 4 silinder yang dilengkapi teknologi MultiAir, sistem komunikasi handsfree yang canggih, 7 airbag, serta transmisi otomatis 6-percepatan yang membuat mobil itu dapat bergerak responsif dengan konsumsi bahan bakar yang tetap hemat, hanya 13 km/liter.

Fiat 500 di <a href='https://www.tribunnews.com/tag/iims-2015' class='blue'>IIMS 2015</a>

Keinginan bernostalgia dengan masa lalu sekaligus menjawab tantangan masa kini yang semakin modern memang disadari betul oleh Fiat. Hal itu diakui oleh Chief Sales Officer PT Garansindo Inter Global yang menjadi General Authorized Distributor (APM) Fiat di Indonesia, Harun Sjech.

“Fiat 500 1957 Edition membawa Anda untuk bernostalgia dan menjawab keinginan konsumen akan sebuah mobil yang ikonik dengan desain retro yang sangat kental, sekaligus dikombinasikan dengan fungsionalitas sebuah premium city-car yang hadir dengan kualitas terbaik dari brand Italia,” ujarnya.

Keinginan berlama-lama menepi di masa lampau juga bisa terlihat dari brand otomotif lain yang tampil di IIMS 2015. Di sektor roda dua alias motor, Peugeot Scooters menghadirkan motor yang memiliki desain dan nuansa retro tapi tetap diimbangi dengan kualitas yang modern.

Peugeot Scooters Django namanya. Motor skuter itu tampil dengan desain yang retro tapi diperkaya dengan beragam fitur canggih nan modern. Tampilan retro itu bisa terlihat dari desain Django Evasion yang menjadi salah satu varian Peugeot Scooters Django.

Luggage rack depan Django Evasion berwarna chrome, velg-nya berwarna Milky White, dan warna tempat duduknya tersedia dengan beragam warna vintage, seperti Pistachio, Dragon Red, Vitamin Orange dan Rocky Blue.

Tampilan tersebut tentunya membuat kesan vintage dan retro semakin terasa kental di motor asal pabrikan Perancis tersebut.

Peugeot Scooters di <a href='https://www.tribunnews.com/tag/iims-2015' class='blue'>IIMS 2015</a>

Sementara soal fitur canggih nan modern yang dimiliki, Django Evasion memiliki fitur port 12V, lockable glove box, dashboard semi-digital, bag hook, dan kapasitas bensin sebesar 8,7 liter.

Kesan vintage atau jadul memang menjadi salah satu daya tarik ajang pameran otomotif IIMS 2015. Selain dua brand otomotif yang menghadirkan kendaraan berciri vintage, PT Dyandra Promosindo selaku penyelenggara IIMS 2015 pun turut mengadakan 8th Otoblitz Indonesia Classic Car Show 2015 yang digelar di depan Hall B3 dan C3 JIExpo.

Di sana virus mobil klasik dapat dirasakan begitu indah. Sejumlah penggemar kendaraan klasik berkumpul di sana untuk mengenang eksotisnya masa lalu lewat kendaraan yang dipamerkan.

Sebut saja mobil Chevrolet Corvette Stingray, Ferrari, Rolls Royce Shadow, Porsche, Mercedes-Benz SL. Kelima mobil tersebut merupakan kendaraan klasik wajib yang sangat diminati para pengunjung berkat tampilannya yang menarik sekaligus karismatik.

Selain itu, di program tersebut tampil pula kendaraan klasik lainnya seperti Cadilac Eldorado Biarritz 1959, Ford Thunderbird Convertible 1964 yang baru saja selesai direstorasi beberapa waktu yang lalu, Mercedes-Benz 190 SL W121 1959, Opel GT 1970 yang langka, Dodge Charger R/T 1969, serta Mercedes-Benz 170 V Roadster tahun 1938.

Tidak hanya itu, PT Dyandra Promosindo juga menggelar sejumlah program lain untuk mendukung suasana vintage selama pameran berlangsung. Sebut saja Indonesia Car History yang diselenggarakan di depan Hall A atau Indonesia Racing History yang bertempat di depan Hall B.

Di Indonesia Car History, berbagai mobil bersejarah ditampilkan dengan suasana yang membuat pengunjung seakan-akan kembali ke masa lampau. Sejumlah mobil kepresidenan di masa-masa awal kemerdekaan tampil di sana memuaskan keingintahuan para pengunjung.

Sementara di Indonesia Racing History, pengunjung akan disuguhi sejarah hadirnya mobil balap di Indonesia sejak masa lalu hingga kini.

Adanya elemen masa silam yang hadir dalam pameran ini membuat IIMS 2015 menjadi pameran otomotif yang berbeda. Tidak hanya menghadirkan deretan mobil dan motor yang berkelas, tapi pengunjung juga dapat memahami konteks otomotif yang ditawarkan melalui berbagai konsepnya yang atraktif.

Mobil Kepresidenan RI di <a href='https://www.tribunnews.com/tag/iims-2015' class='blue'>IIMS 2015</a>

Dengan demikian, IIMS 2015 bukan sekadar ajang pameran otomotif belaka, tapi juga bisa menjadi sebuah rekreasi dan edukasi bagi para pengunjung yang datang.

Hal ini diakui Direktur PT Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh. Menurutnya, terobosan seperti itu sebenarnya sudah dilakukan banyak negara di berbagai belahan dunia. Ia pun bangga bisa menghadirkan terobosan itu di Indonesia lewat ajang IIMS 2015.

“Dalam pameran modern belakangan ini, penyelenggara tak hanya mendisplay produk-produk otomotif termutakhir, tapi juga menjadikannya sebagai sarana rekreasi keluarga. Kami bangga bisa menghadirkan perubahan itu demi kebutuhan terkini komunitas otomotif nasional,” ujarnya di Jakarta pada 6 Juli 2015 silam.

Dengan konsep bertema “The Essence of Motorshow”, IIMS 2015 memang menghadirkan konteks dan suasana yang lain bagi dunia otomotif Indonesia.

Sebanyak 50 brand mobil dan motor yang mengikuti pameran pun sepakat bahwa penyelenggaraan IIMS ini lebih meriah dengan nuansa yang lain. Apalagi hal itu ditambah dengan penyelenggaraan 50 supporting event yang menarik.

“Intinya kami ingin pengunjung senyaman mungkin dan pulangnya pun penuh kenangan,” tambah Hendra dalam waktu dan kesempatan yang sama.

Ya, kenangan memang hal kunci bagi siapa pun yang tertarik dengan masa lalu. Tanpa kehadirannya, masa kini dan masa depan tidak dapat diterjemahkan dengan baik oleh ingatan yang tersimpan di dalam kepala.

Hal itu berlaku juga bagi penyelenggaraan pameran otomotif di Indonesia. Lewat IIMS 2015, esensi sebuah pameran otomotif mendapat maknanya yang baru melalui nuansa ‘jadul’ yang dihadirkan.

Bagi siapa pun yang ingin mencoba memaknai masa lalu dunia otomotif Indonesia dengan cara yang berbeda, jangan lewatkan kesempatan kesempatan ini.

Segera datang ke IIMS 2015 yang digelar PT Dyandra Promosindo di JIExpo Kemayoran Jakarta. Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini masih akan berlangsung hingga Minggu, 30 Agustus 2015. (advertorial)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved