IIMS 2015

Lia Triyuniar Ketagihan Jalani Profesi SPG

Para wanita cantik masih menjadi jurus jitu sebuah perusahaan untuk menggaet konsumen dalam sebuah pameran

Editor: Fajar Anjungroso
KOMPAS.COM
Salah satu SPG Nissan yang mengaku sering digoda pria hidung belang di IIMS 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para wanita cantik masih menjadi jurus jitu sebuah perusahaan untuk menggaet konsumen dalam sebuah pameran. Wanita yang akrab disapa sales promotion girl (SPG) mampu menyedot perhatian pengunjung pameran.

Seperti halnya pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 yang turut diramaikan para SPG pada setiap booth agen pemegang merek ataupun sebuah brand produk otomotif. Setiap booth selalu mengerahkan SPG untuk mendongkrak penjualan.

Lia Triyuniar (20) satu diantara ratusan SPG yang meramaikan pameran otomotif yang terbesar dan terlengkap ini. Lia yang mengenakan seragam yang didominasi oleh warna krem senantiasa melemparkan senyum kepada pengunjung yang melintasi booth dijaganya.

Lia yang merupakan kelahiran Subang itu mengaku senang bekerja sebagai SPG. Dia mengaku telah tiga tahun menggeluti profesi yang ia nikmati tersebut.

"Aku kebetulan setelah lulus SMA mulai menjadi SPG. Waktu itu awalnya diajak teman, tapi sekarang sudah punya jaringan. Dan saya ketagihan (jadi SPG)," kata Lia kepada Tribunnews.com, Jumat (28/8/2015).

Kesenangan Lia menjadi SPG adalah waktu kerja yang relatif singkat namun penghasilan yang didapat pun cukup lumayan. Makanya dia enjoy menjalani profesi sebagai SPG hingga tiga tahun.

Pada event IIMS 2015 ini, Lia mendapat bayaran yang cukup lumayan dengan waktu kerja yang tak lebih dari enam jam. Bila pada hari kerja ia bertugas sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, sementara pada akhir pekan ia kerja mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB.

"Kerjanya cuma lima jam satu shift. Fee-nya lumayan, satu shift dibayar Rp 950 ribu," tuturnya.

Dirinya mengaku, uang yang didapatnya menjadi SPG digunakan untuk berlibur. Namun dirinya juga menyisihkan sebagian honornya untuk ditabung.

"Karena event kan tidak rutin selalu ada. Jadi harus ditabung," ujarnya.

Selain menikmati masa kerja yang relatif singkat dan dapat fee yang lumayan, Lia ternyata menyimpan harapan yang terpendam. Dirinya mengaku menjadi SPG dapat mendapatkan profesi yang menjanjikan lainnya.

"Saya kan kalau lagi jaga (bertugas) selalu ketemu banyak orang. Bisa saja nanti ada yang nawarin kerjaan lebih baik. Mungkin jadi artis atau model," tuturnya.

Namun, hingga kini tawaran pekerjaan yang lebih baik dari sisi pendapatan atau kenyamanan bekerja daripada yang saat ini digelutinya belum ia dapatkan. Justru banyak para lelaki yang kerap menggodanya saat bertugas menjadi SPG.

"Banyak cowok yang godain, iseng gitu. Kadang nanya nomor telpon, pin BB (BlackBerry) atau tanya alamat rumah," ujarnya.

Padahal menurutnya, profesi SPG bukanlah pekerjaan yang dapat dilecehkan begitu saja. Apalagi nama SPG sempat mendapat konotasi negatif karena dianggap bekerja dengan mengandalkan keseksian saja.

"Padahal nggak semua SPG kaya gitu (berperilaku negatif). Banyak anak SPG rumahan yang benar-benar anak baik-baik," tandasnya.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved