Belajar tentang Ilmu Motor Custom dari Builder Senior Jerman di Fred Kodlin Motorcycles ·
Pengalaman panjangnya bisa menjadi pemacu bagi builder Indonesia untuk mulai mengembangkan bisnisnya sampai dengan ke luar negeri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jerman memiliki begitu banyak builder motor custom berbakat yang dari mereka pula para builder Indonesia bisa berguru dan menimba pengalaman.
Hal itu dirasakan oleh para builder asal Indonesia yang bergabung dalam rombongan Suryanation Motorland ke Jerman, saat menyambangi penyelenggaraan Custombike Show di kota Bad Salzuflen, pada hari kedua.
Mereka berkesempatan untuk berkunjung ke salah satu builder dari Jerman yaitu Fred Kodlin Motorcycles yang berbasis di kawasan Hessen, sekitar 2 jam perjalanan dari kota Bad Salzuflen.
Fred Kodlin Motorcycles sudah didirikan sejak awal 1980-an sehingga bisa dikatakan sebagai salah satu builder senior di Jerman.
“Perjalanan ke sini memberikan pengalaman dan kesempatan berharga bagi peserta karena bisa berdiskusi langsung dengan salah satu builder senior di Eropa. Sambutan yang diberikan pada saat kami berkunjung sangat luar biasa. Mereka tampak antusias berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai dunia custom” ujar Rizky Dwianto, Suryanation Motorland Commiittee dalam keterangan pers tertulis kepada Tribunnews, Minggu (2/12/2018).
Dia menyebutkan, perjalanan Fred Kodlin yang membangun bisnis dari awal hingga kini menjadi sebuah perusahaan besar amat menarik disimak.
Pengalaman panjangnya bisa menjadi pemacu bagi builder Indonesia untuk mulai mengembangkan bisnisnya sampai dengan ke luar negeri.
Fred Kohlin Motorcycles awalnya didirikan dengan nama Chopperschmiede.
Sang pendiri, Fred Kodlin, menceritakan asal mula ia membangun brandnya hingga akhirnya menjadi sebuah perusahaan.
Fred saat itu menjalani magang sebagai tukang ledeng pemanas dan pada tahun 1985 ia memperoleh sertifikat master craftsman sebagai ahli pandai besi dan mekanik roda dua.
Di awal 1990-an, ia memulai peruntungannya dengan memperluas cakupan bisnisnya sampai ke Amerika Serikat. Perjuangannya membesarkan bisnisnya mulai membuahkan hasil antara tahun 1986 dan 1994, dimana ia berhasil mengimpor sekitar 300 sepeda motor Harley-Davidson untuk mulai menjadi distributor di Jerman.
Baca: Mobeng Operasikan Outlet Bengkel Mobil Ke-10 di Karawaci
Melihat adanya peluang yang terus berkembang ia mulai membuat rangka sepeda motor di rumah pada tahun 1998. Pada tahun 1999 rangka yang mereka buat mendapat sertifikasi oleh Asosiasi Inspeksi Teknis setempat dan ini membuat perusahaannya terus berkembang.
Fred yang kini mengesahkan brandnya menjadi Kodlin Motorcycles sudah membuat beberapa parts after market khusus custom antara lain:
Roda tanpa axl hub, rem visible, sistem transmisi, roller, part lain seperti kabel dan pulley dan juga proses optikal Desain Airbrush yang merupakan fitur desain andalan khas motor buatan Kodlin.
Saat ini ia juga sudah mulai membuat apparel Kodlin Motorcycles walaupun hanya baru sebatas membuat produk fashion seperti T Shirt, Kemeja Hoodie dan juga Jaket
Di area workshopnya, Fred mengajak builder Indonesia mengamati display motor-motor custom yang sudah pernah dibuat tetapi juga diajak untuk melihat langsung bagian dalam dari workshopnya yang sudah dilengkapi beberapa perangkat canggih untuk membuat motor custom mulai dari mesin CNC sampai dengan mesin khusus untuk melakukan dyno test.
"Saya beruntung sekali bisa datang ke sini. Motor yang dibuat disini hampir seluruh part-nya dibuat sendiri dengan mangandalkan mesin CNC. Untuk segi finishing motor motor Fred Kodlin ini sangat keren dan akhirnya banyak desainnya yang yang jadi trendsetter di dunia motor custom," ujar Rizaldi Parani, builder Indonesia yang bergabung ikut ke Jerman.
Bimo Hendrawan, salah satu juri Suryanation Motorland yang sudah lama mengenal dunia custom Eropa mengatakan, saat membuat motor yang terbilang ekstrem, para builder dunia tetap memperhatikan unsur keamanan, harus layak jalan dan juga mentaati regulasi yang ada.
"Ini bisa menjadi salah satu acuan bagi builder Indonesia ketika mereka membuat karya," ujar Bimo.
Selesai mengunjungi workshop Fred Kodlin, tim Suryanation Motorland kembali menuju kota Bad Salzuflen untuk hari kedua acara Custombike Show.
Saat ini tim Suryanation Motorland sedang membuat sebuah proyek video Virtual Reality mengenai acara Custombike Show 2018.
“Salah satu bocoran untuk pelaksanaan Suryanation Motorland 2019 adalah pengerjaan proyek Virtual Reality ini. Rencananya video ini akan diputar saat event Suryanation Motorland 2019 di setiap kota dan akan membuat pengunjung seakan akan merasakan sensasi kompetisi di acara Custombike Show," kata Rizky.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/motor-custom_2.jpg)