Bisnis Ban Kini Cenderung Stagnan, Bisa Survive Saja Sudah Syukur

Penjualan jenis ban luar turut menopang bisnis GDYR sebesar US$ 62,89 juta di semester I-2019.

Bisnis Ban Kini Cenderung Stagnan, Bisa Survive Saja Sudah Syukur
TRIBUNNEWS/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Ban Potenza S007A di booth Bridgestone, pada pameran GIIAS 2019 di Hall 7 ICE BSD, Tangerang, Kamis (25/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Industri ban agaknya sulit menggapai pertumbuhan signifikan pada tahun ini. Selain bergantung pada bahan baku impor, permintaan ban di pasar domestik cenderung melemah.

"Memang saat ini cenderung stagnan, kami bisa survive saja sudah syukur," ungkap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI), Aziz Pane, dikutip Kontan, Rabu (11/9/2019).

Para pelaku industri mengakui saat ini daya beli konsumen lokal terhadap barang dan spare part otomotif memang cenderung melempem.

Alhasil, kondisi tersebut turut mempengaruhi penjualan ban yang notabene perlu diganti setiap 20 bulan sekali.

Banyak konsumen yang menunda untuk mengganti ban hingga beberapa tahun ke depan. Selain itu, menurut Aziz, konsumen mulai berhemat untuk mengganti ban kendaraan. Tak banyak konsumen yang mengganti ban secara menyeluruh.

Sementara itu di pasar ekspor, produsen ban Indonesia harus bersaing dengan produsen di banyak negara.

"Dari segi kualitas, sebenarnya ban produksi Indonesia tidak kalah. Namun kalau bersaing secara harga dengan negara lain, agaknya sulit lantaran mereka memiliki industri hulu, seperti India dan China," ungkap Aziz.

Itulah sebabnya hampir 60% bahan baku ban domestik masih mengandalkan barang impor.

Pengusaha mengharapkan pemerintah perlu mendorong penyediaan bahan baku utama dan bahan pendukung lain yang diproduksi di dalam negeri dengan harga lebih murah.

Azis memberikan contoh, pasokan carbon black dari industri kimia hulu nasional belum dapat menembus 40% dari kebutuhan industri ban di tanah air.

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved