Breaking News:

Minat Orang Beli Mobil Daihatsu Secara Cash Melonjak Tajam Selama Pandemi

Meski pembelian secara cash meningkat hingga 74 persen dibanding pembayaran angsuran, volume mobil yang dibeli konsumen cenderung turun.

4MUDA.COM
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Ameila Tjandra, mengatakan, di tengah wabah Covid-19 konsumen yang membeli mobil Daihatsu lsecara tunai alias cash cenderung meningkat, jika dibandingkan membeli secara angsuran atau kredit.

"Menurut data kami, saat sebelum adanya wabah (Corona) ini pembelian mobil Daihatsu didominasi metode pembelian secara angsuran, mencapai 78 persen dan sisanya pembayaran langsung," ujar Amel dalam diskusi online Astra Daihatsu bersama Merdeka.com, Selasa (23/6/2020).

Kini, mereka yang membeli mobil Daihatsu secara tunai meningkat menjadi 78 persen dan sisanya 22 persen lewat cicilan.

Amel memperkirakan, perubahan tren ini kemungkinan karena perusahaan pembiayaan sebagai pemberi layanan pembelian kendaraan lewat cicilan lebih berhati-hati menerima permohonan pembelian kendaraan baru dari masyarakat.

Baca: Update Harga Terbaru Mobil Murah Seken Toyota Agya, Daihatsu Ayla dan Honda Brio Satya

"Perusahaan pemberi layanan angsuran kendaraan lebih berhati-hati dalam memberikan layanan kredit untuk pembelian mobil," kata Amel.

Amel juga menjelaskan, dirinya mendapati perusahaan leasing kini menaikkkan uang muka pembelian kendaraan baru.

Baca: Punya Produk Kembar dan Harga Kompetitif, Ini Alasan Daihatsu Tak Mampu Lampaui Penjualan Toyota

"Biasanya rata-rata down payment di 15 persen sampai 20 persen dari harga jual mobil. Tetapi dalam situasi ini, pemberi layanan menaikan nilai down payment. Ada yang menaikkan DP menjadi 30 persen atau 35 persen. Bahkan ada berhenti memeberikan layanan angsuran untuk pemebelian di tengah wabah Covid-19 ini," beber Amel.

Amel juga mengungkapkan, meski pembelian secara cash meningkat hingga 74 persen dibanding pembayaran angsuran, volume mobil yang dibeli konsumen cenderung turun.

Amel juga menanggapi adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti diberlakukan di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta saat ini.

Dia mengatakan, pelonggaran ini akan mendukung laju perekonomian. "Meski saat ini pelonggaran tersebut belum maksimal, karena wabah ini masih berlangsung tetapi setidaknya ada harapan untuk kembali memulai ekonomi dan bangkit," ucap Amel.

Pelonggaran PSBB ini, menurut Amel, tidak serta merta akan meningkatkan gairah pasar mobil seperti sebelum adanya Covid-19 di Indoenesia.

"Apabila pada 2019 Daihatsu mampu menjual 80 ribu sampai 100 ribu mobil perbula, dalam keadaan ini mungkin akan sulit. Hal ini karena daya beli yang belum meningkat di masyarakat," ucap Amel.

Tetapi Amel juga optimis, jika produk domestik bruto atau GDP naik 5 persen, makan kemungkinan pasar mobil bisa kembali seperti tahun 2019 dan akan lebih bergairah lagi.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved