Senin, 20 April 2026

Hati-hati! Penggunaan Bahan Bakar Tak Sesuai Bikin Performa Mobil Kendor

"Penggunaan bahan bakar tentu menyesuaikan dengan masing-masing mesin," kata Anton

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas operator mengenakan masker dan pelindung wahah mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan bermotor di salah satu SPBU di Kota Bandung, Jumat (12/6/2020). Menghadapi normal baru, Pertamina telah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan cegah Covid-19 tambahan di SPBU, untuk konsumen kendaraan roda dua saat melakukan pengisian bahan bakar wajib turun dari motor dan berdiri di samping motor, sehingga tetap dapat menjaga jarak aman dengan memposisikan diri berseberangan dengan operator SPBU. Sedangkan konsumen kendaraan roda empat dapat tetap berada di dalam kendaraan dan apabila diperlukan keluar dari kendaraan wajib menjaga jarak aman minimal 1 meter dari operator. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertamina tengah berencana untuk mengurangi konsumsi premium dan pertalite agar dapat beralih menjual bahan bakar hijau.

Namun tahukah Tribunners, bahwa penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan anjuran dari produsen kendaraan dapat berakibat fatal?

Baca: Penjelasan Kenapa Harus Menggunakan BBM Sesuai Rekomendasi Pabrikan

Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy mengatakan, risiko saat menggunakan bahan bakar tak sesuai adalah berkurangnya performa kendaraan.

"Penggunaan bahan bakar tentu menyesuaikan dengan masing-masing mesin, sesuai petunjuk di owners manual. Kalau tidak sesuai, tentu ada pengurangan performa," tutur Anton saat dihubungi Tribunnews, Rabu (1/7/2020).

Lebih lanjut, Anton mengungkap bahwa bahan bakar tak sesuai juga akan berpengaruh pada emisi gas buang.

"Ini juga berpengaruh ke emisi. Jadi harus disesuaikan kendaraannya apa, bahan bakarnya apa. Tergantung jenis mobi juga," jelasnya.

Baca: Penghapusan BBM Premium dan Pertalite Dinilai Mendesak

Jika nantinya pemerintah menginginkan kendaraan harus menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, Toyota akan mengikuti aturan yang berlaku.

"Tentu kalau pemerintah sudah memutuskan, Toyota harus menyesuaikan. Tentunya tergantung spek bahan bakarnya, apakah yang sudah ada atau baru. Kalau yang sudah ada, pastinya Toyota siap. Kalau ada yang baru, harus dicek lagi," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved