Hati-hati! Penggunaan Bahan Bakar Tak Sesuai Bikin Performa Mobil Kendor
"Penggunaan bahan bakar tentu menyesuaikan dengan masing-masing mesin," kata Anton
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pertamina tengah berencana untuk mengurangi konsumsi premium dan pertalite agar dapat beralih menjual bahan bakar hijau.
Namun tahukah Tribunners, bahwa penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan anjuran dari produsen kendaraan dapat berakibat fatal?
Baca: Penjelasan Kenapa Harus Menggunakan BBM Sesuai Rekomendasi Pabrikan
Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy mengatakan, risiko saat menggunakan bahan bakar tak sesuai adalah berkurangnya performa kendaraan.
"Penggunaan bahan bakar tentu menyesuaikan dengan masing-masing mesin, sesuai petunjuk di owners manual. Kalau tidak sesuai, tentu ada pengurangan performa," tutur Anton saat dihubungi Tribunnews, Rabu (1/7/2020).
Lebih lanjut, Anton mengungkap bahwa bahan bakar tak sesuai juga akan berpengaruh pada emisi gas buang.
"Ini juga berpengaruh ke emisi. Jadi harus disesuaikan kendaraannya apa, bahan bakarnya apa. Tergantung jenis mobi juga," jelasnya.
Baca: Penghapusan BBM Premium dan Pertalite Dinilai Mendesak
Jika nantinya pemerintah menginginkan kendaraan harus menggunakan bahan bakar ramah lingkungan, Toyota akan mengikuti aturan yang berlaku.
"Tentu kalau pemerintah sudah memutuskan, Toyota harus menyesuaikan. Tentunya tergantung spek bahan bakarnya, apakah yang sudah ada atau baru. Kalau yang sudah ada, pastinya Toyota siap. Kalau ada yang baru, harus dicek lagi," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/cegah-covid-19-di-spbu-pelanggan-melaksanakan-protokol-kesehatan_20200612_232402.jpg)