Breaking News:

Relaksasi PPnBM Berlaku Maret, Bagaimana Pasar Mobil Bekas?

Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang akan diberikan ke mobil baru, sedikit banyak akan mempengaruhi penjualan mobil bekas.

dok. SIS
Suzuki New Ignis. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang akan diberikan ke mobil baru, sedikit banyak akan mempengaruhi penjualan mobil bekas.

Head of Business Development PT Suzuki Indomobil Sales, Hendro Kaligis mengatakan relaksasi PPnBM akan meningkatkan permintaan mobil baru di segmen tertentu, artinya jumlah konsumen yang akan melakukan trade in akan naik.

"Ini peluang buat pedagang mobil bekas untuk mendapatkan suplai. Dari sisi penjualan Mobkas kami pikir hanya terpengaruh sebentar saja. Selama ini segmen pembeli Mobkas memang seringkali berbeda dengan pembeli mobil baru," tutur Hendro saat dihubungi Tribunnews, Selasa (23/2/2021).

Baca juga: Ada Relaksasi PPnBM, Harga Baru All New Ertiga dan XL7 Akan Segera Dirilis

Permintaan tertinggi terhadap mobil baru diprediksi akan terjadi pada Maret-Mei, dimana penghapusan PPnBM diberikan 100 persen.

Momen ini juga dilihat Hendro akan menjadi high season bagi industri Mobkas, terlebih waktu ini juga sudah mendekati lebaran.

Baca juga: Toyota Tunggu Petunjuk Teknis Penerapan Harga Mobil Tanpa PPnBM

"Maret-Mei ini adalah high season karena menjelang lebaran, saya pikir pasar Mobkas juga tetap ada. Mungkin terpengaruh sebentar saja," jelasnya.

Untuk terus menarik peminat, Auto Value yang merupakan dealer resmi jual beli mobil bekas Suzuki memghadirkan program garansi satu tahun.

"Saat ini kami masih berjalan seperti biasa, dengan program garansi nasional selama 1 tahun," ucap Hendro.

Penulis: Lita febriani
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved