Breaking News:

Elon Musk Sesumbar di Twitter, Bisnis Tesla Bakal Lebih Besar dari Apple

Baru-baru ini, Musk kembali menghebohkan dunia karena balasannya terhadap salah sati cuitan followers-nya.

zoom-inlihat foto Elon Musk Sesumbar di Twitter, Bisnis Tesla Bakal Lebih Besar dari Apple
DAILY MAIL
Elon Musk dan Talulah Riley

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Technoking of Tesla Elon Musk selalu berkicau baik itu hal serius maupum lelucon, mulai dari gurauannya yang menyebut Alien tidak ada hingga menyebut Tesla siap menggantikan peran manusia dalam berkendara berkat teknologi canggihnya.

Baru-baru ini, Musk kembali menghebohkan dunia karena balasannya terhadap salah sati cuitan followers-nya.

Dalam kicauannya di akun Twitter pribadinya, ia menyebut ada kemungkinan Tesla menjadi perusahaan terbesar mengalahkan Apple. Hal itu didasari oleh semakin meningkatnya bisnis mobil listrik yang diproduksi Tesla.

"Saya pikir ada kesempatan >0 persen untuk Tesla bisa menjadi perusahaan terbesar di dunia," tulis Musk yang membalas cuitan dari seorang follower yang bertanya apakah ada kesempatan Tesla lebih besar dari Apple, Sabtu (27/3/2021).

Baca juga: Elon Musk: Sekarang Mobil Tesla Dapat Dibeli dengan Bitcoin

Musk kembali membalas cuitannya dan menyebut ambisi itu bisa direalisasikan dalam beberapa bulan ke depan.

"Kemungkinan hal ini bisa terjadi dalam beberapa bulan mendatang," lanjut Elon Musk menanggapi pertanyaan itu.

Baca juga: Gara-gara Berceeloteh Soal Keberadaan Alien, Akun Twitter Elon Musk Diserbu Netizen

Kicauan Elon Musk itu langsung membuat heboh persepsi Investor dalam saham Tesla. Tak jarang, gara-hara cuitan Musk seringkali menimbulkan masalah baru karena dianggap mempengaruhi persepsi investor terhadap saham Tesla.

Baca juga: Saat Xiaomi, Apple dan Huawei Tertarik Bikin Mobil Listrik, Ingin Saingi Tesla?

Bahkan pada 2018 lalu otoritas bursa saham AS sempat bersitegang dengan Elon Musk atas penggunaan Twitter yang tidak dibatasi.

Pada kuartal III-2018, Musk sempat mendapat hukuman dari otoritas bursa karena gurauannya di Twitter.

Saat itu dia berkelakar akan memborong saham Tesla seharga 420 dollar AS per lembar dan telah menyiapkan dana untuk melakukannya.

Harga saham Tesla pun mendadak naik lebih dari 6 persen saat  itu. Namun, hal itu urung dilakukan Musk dan mendapat kecaman dari investor.

Akibatnya, Musk dan Tesla harus menanggung denda masing-masing 20 juta dollar AS dan setuju bahwa mereka tidak bisa mengklaim tidak bersalah atas kejadian tersebut.

Selain itu, Tesla harus menyampaikan informasi tertulis mengenai informasi material perusahaan ke bursa termasuk cuitan dan postingan media sosial yang akan dibagikan Elon Musk.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved