Breaking News:

Kasus Laka Lantas Masih Tinggi, Autocillin Gulirkan Kampanye #SudahZiapAman

Selama Januari hingga Oktober 2020 saja, kerugian materiil akibat kasus kecelakaan lalu lintas mencapai Rp163 miliar dari total 83.715 kejadian

dok.
Peluncuran kampanye #SudahZiapAman, Rabu (28/4/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang membawa kerugian jiwa dan materiil karena kecerobohan pengguna jalan masih sangat tinggi.

Data Kementerian Perhubungan RI menyebutkan, 61 persen kecelakaan terjadi karena faktor manusia, 30 persen faktor sarana prasarana, dan 9 persen faktor pemenuhan persyaratan laik jalan.

Selama Januari hingga Oktober 2020 saja, kerugian materiil akibat kasus kecelakaan lalu lintas mencapai Rp163 miliar dari total 83.715 kejadian kecelakaan.

Data Korlantas Polri tahun 2020 menyatakan, ada 10 perilaku tidak berkeselamatan, antara lain perilaku ceroboh terhadap lalu lintas dari depan (25.136 kasus), gagal menjaga jarak aman (23.308 kasus), ceroboh saat belok (15.045 kasus), hingga ceroboh saat menyalip (10.102 kasus).

Prihatin atas tren ini, Autocillin, produk asuransi kendaraan dari Adira Insurance menggulirkan kampanye #SudahZiapAman untuk mengajak masyarakat agar aman dalam berkendara dan menekankan pentingnya perlindungan kendaraan.

Baca juga: Pengamat: Penegakan Aturan untuk Mencegah Kecelakaan Lalu Lintas Masih Kurang

Direktur Adira Insurance, Wayan Pariama mengatakan, selama ini Adira Insurance secara konsisten meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berperilaku selamat dan aman di jalan.

Baca juga: Menhub: Setiap Jam Ada 2-3 Orang Meninggal Dunia Karena Kecelakaan Lalu Lintas

"Selama 10 tahun terakhir, semangat ini kami gaungkan lewat kampanye I Wanna Get Home Safely (IWGHS) dengan berbagai inisiatif untuk mendukung keselamatan jalan terbaik," ujarnya, Rabu (28/4/2021).

Kampanye dengan hastag #SudahZiapAman ini merupakan kelanjutan dari kampanye IWGHS.

Adira Insurance baru-baru ini memetakan profil keselamatan jalan di Indonesia melalui Road Safety Behavior Research, sebagai bagian dari kampanye IWGHS.

Dari riset tersebut didapati temuan data bahwa rata-rata indeks keselamatan berkendara pada 15 kota yang disurvei sebanyak 76 persen mencerminkan adanya kesenjangan antara pemahaman dalam keamanan berkendara.

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved