Chandra Asri Sukses Kembangkan Resin PP Kopolimer untuk Kebutuhan Bumper Kendaraan

Chandra Asri Petrochemical Tbk sukses mengembangkan resin PP kopolimer inovatif untuk kebutuhan komponen kendaraan roda empat di Indonesia.

Editor: Choirul Arifin
IST
Resin polipropilena Trilene BI55GN ICP terbaru memadukan sejumlah keunggulan material sehingga ideal digunakan dalam pencetakan komponen kendaraan berukuran besar, seperti fasad bumper dan panel instrumen. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perusahaan petrokimia terintegrasi PT Chandra Asri Petrochemical Tbk sukses mengembangkan resin PP kopolimer inovatif untuk kebutuhan komponen kendaraan roda empat di Indonesia.

Material ini diklaim tahan terhadap benturan dan penggunaannya ikut mendukung regulasi tentang kandungan dalam negeri di industri otomotif nasional.

Chandra Asri bermitra dengan Divisi Kimia, Milliken, produsen global yang membuat bahan aditif plastik canggih, untuk mengembangkan resin polipropilena (PP) ICP terbaru, Trilene BI55GN.

Dengan aspek melt flow rate (MFR) yang mencapai 50 g/10 menit—MFR tertinggi di antara seluruh ICP buatan Chandra Asri—Trilene BI55GN ideal digunakan dalam pembuatan komponen otomotif berukuran besar, seperti fasad bumper dan panel instrumen. 

"Trilene BI55GN telah memenuhi standar produksi panel instrumen yang ditetapkan sebuah produsen mobil terkemuka asal Jepang," ungkap Supriyanto, General Manager, Technical Service and Product Development, Chandra Asri, Kamis (25/6/2021).

Dia menjelaskan, roduk ini juga telah menunjukkan hasil evaluasi yang menjanjikan setelah dites oleh beberapa produsen otomotif terkemuka lainnya. "Kalangan produsen otomotif segera menggunakan resin tersebut dalam waktu dekat," jelasnya.

Baca juga: Indonesia Berambisi Jadi Pemain Utama di Industri Baterai Kendaraan Listrik Global

Bhavesh Gandhi, Global Product Line Manager, Hyperform HPN menambahkan, untuk melengkapi resin baru dengan MFR tinggi ini, produk performance additive Hyperform HPN buatan Milliken akan turut menambah produktivitas kalangan konverter, sekaligus menyeimbangkan keunggulan material.

Baca juga: Toyota Siap Boyong Si Bongsor Land Cruiser 300 Series ke Indonesia, Jadwal Peluncuran Dirahasiakan

Yakni, antara kekakuan dan daya tahan terhadap benturan, serta stabilitas dimensional terbaik.

 Hendra Gunawan, General Manager, Polymer Sales, Chandra Asri mengatakan, perusahaannya memiliki kapasitas produksi yang sanggup memenuhi tingkat kebutuhan pasar atas BI55GN, baik saat ini dan masa mendatang.

Baca juga: Bos Hyundai: Teknologi Baterai EV Lebih Unggul Ketimbang Hybrid Maupun Plug-In Hybrid

"BI55GN juga dapat dipakai untuk membuat thin-wall packaging," ujar Hendra Gunawan.

Supriyanto menambahkan, produk terbaru ini melengkapi resin PP ICP lain buatan Chandra Asri yang telah banyak digunakan industri, yakni Trilene BI32AN, juga dikembangkan bersama Milliken.

Dengan flow-grade menengah (38 MFR), Trilene BI32AN memiliki fitur fisik unggulan dan stabilitas dimensional, serta cocok digunakan dalam beragam aplikasi, termasuk perlengkapan dan perangkat kebutuhan rumah tangga, serta banyak komponen otomotif.

Trilene BI32AN dinilai sebagai standar unggulan dalam produksi sepeda motor.

"Chandra Asri akan terus menjalankan pengembangan produk inovatif demi mengantisipasi tren pasar, memenuhi kebutuhan pelanggan, serta mendukung berbagai kebijakan pemerintah untuk menambah TKDN pada kendaraan buatan Indonesia," lanjut Hendra Gunawan.

Selama ini Chandra Asri telah memasok kebutuhan industri otomotif yang berkembang pesat di Indonesia dalam dekade terakhir. Setelah Thailand, Indonesia adalah produsen kendaraan bermotor yang terbesar di ASEAN.

Indonesia memproduksi hampir 1 juta mobil penumpang dan hampir 250.000 mobil niaga per tahun. Sektor otomotif sangat vital dalam perekonomian Indonesia dan berkontribusi lebih dari 10 persen terhadap produk domestik bruto nasional.

Pemerintah Indonesia baru menerapkan regulasi untuk menambah tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada seluruh kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Langkah ini termasuk pengembangan kendaraan listrik (electronic vehicle/EV).

Tahun 2021 ini, setiap EV roda empat wajib memenuhi TKDN sebesar 35 persen dan angkanya akan meningkat hingga minimum 80% dalam beberapa tahun mendatang, tepatnya pada 2030.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved