Breaking News:

Buku Manual Kendaraan Ajak Pakai BBM RON Tinggi, Agar Kualitas Udara Lingkungan Lebih Sehat

Penggunaan BBM yang tepat akan membuat mesin kendaraan lebih awet karena pembakaran di ruang mesin lebih optimal.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Petugas melayani pelanggan mengisi bahan bakar kendaraan bermotor di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/4/2021). Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Berbagai negara saat ini sepakat untuk terus menekan polusi udara akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan rendah. Saat ini juga berbagai negara telah menerapkan standar emisi gas buang kendaraan yang masih menggunakan BBM fosil.

Penggunaan standar emisi gas buang kendaraan bermotor sebenarnya sudah tertuang dalam buku panduan bila kita membeli satu kendaraan. Namun demkian, di Indonesia sendiri masih abai dengan buku panduan dalam memilih BBM khusus.

Pengguna kendaraan bermotor acap kali mengabaikan manfaat buku panduan dan stiker petunjuk penggunaan BBM yang dikeluarkan pabrikan otomotif.

Pengamat otomotif Anton Fiat berpendapat, buku panduan yang tertuang terkait dengan pemilihan BBM acap kali memang diabaikan, karena masyarakat tidak terlalu melulu paham mengenai pemilihan BBM sesuai dengan kendaraan pribadinya.

"Karena kesadaran masyarakat itu perlu digugah, terkadang kita juga abaik. Nah kembali lagi, kalau kita pakai istilah, lihat isi kantong dan jangkauan harganya itu sendiri," kata Anton ketika dihubungi wartawan, Rabu (30/6/2021).

Karena itu, Anton mengajak baik pabrikan otomotif untuk bisa mensosialisasikan pengguaan BBM dengan kualitas baik. Hal itu untuk kepentingan kehidupan bersama.

"Jadi bagaimana petunjuk yang diterapkan itu bisa sampai, bukan hanya sebagai imbauan atau slogan," ujarnya.

Baca juga: Dites di Bali, Konsumsi BBM DFSK Super Cab 15,4 Km Per Liter

Dia menyarankan agar konsumen pemilik kendaraan mengikuti rekomendasi yang diberikan pabrikan seperti tercantum dalam buku panduan maupun stiker pengingat yang dipasang.

Baca juga: Motor Voorijder Polisi Wajib Isi Pertamax, Kalau Tidak Mesin Ngelitik

Dia mengatakan, stiker yang ditempel di bagian kendaraan bermotor pada dasarnya oleh pabrikan otomotif untuk mengajak konsumen agar patuh memenuhi standar emisi gas buang kendaraan.

Baca juga: Pertamina Ungkap Alasan Tidak Jual BBM Subsidi di SPBU Mini Pertashop

"Memang tujuannya untuk mengurangi polusi udara agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat. Tapi harus disosialisasikan dengan baik, sehingga pesan yang dituju itu sampai ke masyarakat," kata dia.

Halaman
123
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved