Breaking News:

Siapkan Ekosistem, Isuzu Mantap Hadapi Standar Emisi Euro 4

Isuzu juga tengah menyiapkan ekosistem untuk memperlancar implementasi aturan mulai dealer, bengkel rekanan hingga karoseri

Penulis: Lita Febriani
Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS/CHOIRUL ARIFIN
PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memperkenalkan teknologi telematik terbaru, bernama Isuzu Link, di pameran kendaraan niaga GIICOMVEC 2020 yang berlangsung 5-8 Maret 2020 di JCC Senayan, Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pabrikan kendaraan komersial PT Isuzu Astra Motor Indonesia mengungkap sudah siap implementasi standar emisi Euro 4.

Marketing Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia Attias Asril, menyebut dari sisi produk, Isuzu sudah selesai dengan proses pengujian standar Euro 4 di Kementerian.

"Nanti tinggal beberapa varian saja. Jadi secara produk rasanya sudah siap, bahkan sedang merencanakan timing produksi harus sesuai dengan regulasi mulai April 2022," tutur Attias saat Workshop Wartawan Industri 2021 yang digelar Astra International, Jumat (27/8/2021).

Selain itu, Isuzu juga tengah menyiapkan ekosistem untuk memperlancar implementasi aturan tersebut.

Mulai dari dealer, bengkel rekanan hingga karoseri menjadi fokus dan edukasi Perusahaan.

"Lalu ekosistemnya sudah kami siapkan baik di dealer maupun bengkel-bengkel rekanan, sedang kita siapkan program untuk memberikan edukasi dan training. Kemudian untuk karoseri sebagai ekosistem kami yang terkait dengan bisnis," jelasnya.

Baca juga: Kembangkan IoT di Jaringan 5G, XL Axiata Gandeng IPB dan Polman Astra

Khusus untuk karoseri, Isuzu tengah melakukan sosialisasi mengenai rancang bangun produk.

"Kalau di komersial ada satu konsen mengenai karoseri, seperti rancang bangun.

Karena harus dilakukan penyesuaian, sebab adanya perubahan produk. Ini juga sedang kami siapkan bersama-sama dengan teman-teman dari karoseri," imbuh Attias.

Selanjutnya, Isuzu juga fokus pada customer yang memiliki tim perawatan dan perbaikan, sehingga memerlukan training.

"Terutama fokusnya tentu ke customer juga, tidak hanya kepada dealer dan bengkel rekanan, tetapi juga customer.

Customer fleet kami mereka juga biasanya mempunyai tim yang siap melakukan perbaikan, perawatan dan sebagainya.

Nah ini kita sedang mempersiapkan semuanya untuk menuju Euro 4," ungkap Attias.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved