Breaking News:

Jasa Marga: Tren Kecelakaan di Jalan Tol Terus Menurun, Human Error Tetap Jadi Pemicu Utama

Jasa Marga menyatakan, kecelakaan di jalan tol terus menunjukkan tren menurun di sepanjang 2021 ini jika dibandingkan jumlah kecelakaan di 2021

Editor: Choirul Arifin
JASA MARGA
Satu dari dua truk kontainer terlibat dalam kecelakaan di Jalan Tol Cipularang Km 92 arah ke Jakarta siang ini pukul 14.30 WIB, Selasa (10/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga, menyatakan, peristiwa kecelakaan di jalan tol terus menunjukkan tren menurun di sepanjang 2021 ini jika dibandingkan catatan jumlah kecelakaan di sejumlah ruas tol yang dikelolanya di 2020.   

Operation & Maintenance Management Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Atika Dara Prahita menjelaskan, sepanjang Januari-Oktober 2021, kasus kecelakaan di jalan tol mencapai 790 kasus atau rata-rata mencapai 79 kasus per bulannya.

Angka kematian atau korban meninggal dari 790 kasus laka di ruas tol ini mencapai 77 orang.

Sementara itu, di sepanjang 2020 lalu, kasus kecelakaan di jalan tol Jasa Marga mencapai 862 kasus atau mencapai 71,8 kasus per bulannya dengan korban meninggal mencapai 90 orang.

Sebuah mobil MPV Suzuki Ertiga warna putih nomor polisi B 2145 TZJ mengalami kecelakaan dan terbalikdi km 01.200 arah Cikampek pada lajur 3 dan 4, Rabu (16/5/2018).
Sebuah mobil MPV Suzuki Ertiga warna putih nomor polisi B 2145 TZJ mengalami kecelakaan dan terbalik di km 01.200 arah Cikampek pada lajur 3 dan 4, Rabu (16/5/2018). (TMC POLDA METRO JAYA)

Kemudian, selama 2019 lalu, total jumlah kecelakan di jalan tol mencapai 1.079 kasus dengan korban meninggal mencapai 100 orang.

Sementara itu, di 2018 dengan jumlah kecelakaan jalan tol mencapai 1.210 kasus dengan korban jiwa 109 orang.

Faktor Pemicu Human Error

Menurut Atika, ketidakdisiplinan pengguna jalan atau pengemudi menjadi faktor utama pemicu kecelakaan di jalan tol selama ini. 

"Kami mencatat, penyebab utama kecelakaan di jalan tol itu karena faktor pengemudi, persentasenya mencapai 82 persen," ujar Atika saat menjadi pembicara di acara diskusi virtual bertajuk 'Road Safety Ranger of Driving', Kamis (25/11/2021). 

Beberapa penyebab utama kecelakaan di jalan tol akibat faktor kelalaian pengemudi alias human error, antara lain melanggar batas maksimum dan minimum kecepatan berkendara, bermain/menggunakan ponsel saat berkendara, dan memaksakan berkendara/mengemudi saat badan sedang mengantuk/tidak fit.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved