Penjualan EV di Jaringan Diler Arista Diprediksi Salip Mobil Konvensional
Di Arista Group, porsi penjualan mobil listrik (EV) dan mobil bermesin konvensional (ICE) saat ini hampir seimbang, yakni 50-50.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tren penjualan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat. Di Arista Group, porsi penjualan mobil listrik (EV) dan mobil bermesin konvensional (ICE) saat ini hampir seimbang, yakni 50-50.
Arista Group merupakan salah satu grup dealer otomotif terbesar di Tanah Air yang mendistribusikan berbagai merek kendaraan roda empat.
Penjualan EV diperkirakan akan melampaui penjualan mobil ICE di jaringan dealer ini dan trennya diperkirakan terus berlanjut ke tahun depan.
Menurut Direktur Arista Group Christoforus Ronny, tren ini menjadi sinyal positif bagi industri otomotif nasional, terutama di tengah penurunan penjualan mobil secara umum.
"Kelihatannya paling enggak 50-50 atau (penjualan) EV kelihatannya akan lebih baik tahun ini dan sampai di akhir tahun depan," kata Ronny saat berkunjung ke Redaksi Tribunnews di Palmerah Selatan, Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Menurut Ronny, penjualan mobil listrik meningkat seiring dengan bertambahnya pilihan produk dan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi EV.
"Kalau kita lihat dari segi market, secara total penjualan otomotif memang turun. Tapi dengan semakin maraknya dan banyaknya produk-produk EV di pasar, mulai menarik perhatian dari konsumen dan lambat laun mulai beralih ke listrik," jelasnya.
Ia menambahkan, konsumen kini semakin yakin beralih ke kendaraan listrik karena beragam pilihan model dan harga yang lebih kompetitif.
"Saat ini untuk konsumen itu mulai percaya dan pilihan produk EV yang banyak ini membuat penjualan mobil listrik itu makin mengalami kenaikan bulan per bulan," ucap Ronny.
Baca juga: Emiten Kendaraan Listrik Grup Bakrie Fokus Penjualan EV Komersial B2B
Arista Group memasarkan berbagai merek kendaraan listrik mulai dari Wuling, BYD hingga Denza, dengan rentang harga yang cukup luas. Beberapa model menjadi favorit di pasar karena kombinasi desain, fitur dan harga yang menarik.
"Sekarang kita ada Wuling dengan Airev dan BYD yang nanti primadona terbarunya itu Atto 1 yang harganya starting Rp 195 juta. Setiap ada produk baru selalu ada yang berminat," ungkapnya.
Baca juga: Permintaan Mobil Listrik Dunia Melambat, Penjualan EV di Indonesia Justru Melejit
Sejumlah model EV lain juga masih mencatat penjualan yang kuat, sejalan dengan tren produsen mobil listrik yang kian banyak hadir di Indonesia.
"Produk-produk lain sih masih cukup besar peminatnya, seperti Wuling Binguo, kemudian Hyundai Ioniq, ada juga Denza, BYD M6. Itu semua masih dengan penjualan yang bagus," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Diler-BYD-Arista-Samanhudi.jpg)