Selasa, 2 Juni 2026

Pasar Mobil Premium Masih Berat di 2026, BMW Indonesia Optimistis Kuartal II Lebih Cerah

Momentum positif yang terbangun sejak akhir tahun lalu hingga awal tahun ini menjadi modal penting untuk mendorong kinerja di kuartal berikutnya

Tayang:
Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/Lita Febri
MOBIL PREMIUM - Presiden Direktur BMW Group Indonesia Peter ‘Sunny’ Medalla usai acara Festival of Joy BMW di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026). (Tribunnews.com/Lita Febriani). 
Ringkasan Berita:
  • Performa pasar premium saat ini memang belum mampu menyamai capaian periode yang sama tahun lalu
  • Tekanan terhadap industri otomotif premium dipicu oleh kombinasi berbagai faktor eksternal yang terjadi sejak tahun lalu 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi pasar otomotif Indonesia, khususnya di segmen premium pada awal tahun ini masih menghadapi berbagai tantangan.

Meski begitu, PT BMW Group Indonesia tetap optimisme terhadap perbaikan kinerja penjualan, terutama memasuki kuartal kedua 2026.

Presiden Direktur BMW Group Indonesia Peter ‘Sunny’ Medalla mengatakan, performa pasar premium saat ini memang belum mampu menyamai capaian periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Konsumen Mobil Premium Wait and See, Ekonomi Dipenuhi Ketidakpastian

"Segmen premium bisa dibilang masih menantang. Tapi kami optimis karena kuartal pertama tahun lalu adalah kuartal yang sangat kuat bagi semua orang. Jadi secara relatif, saat ini masih jauh di bawah tahun lalu. Tetapi kami melihat bank pesanan (order bank) terus meningkat menuju kuartal kedua. Saya bisa katakan kuartal kedua tahun ini akan lebih baik daripada kuartal kedua tahun lalu, meskipun ini baru saja dimulai," tutur Sunny kepada Wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).

Tekanan terhadap industri otomotif premium dipicu oleh kombinasi berbagai faktor eksternal yang terjadi sejak tahun lalu dan masih berdampak hingga kini.

Sunny menilai kondisi tersebut sempat menciptakan situasi sulit bagi pelaku industri. Terlebih pada periode April, Mei dan Juni tahun lalu ada kebijakan ekonomi Trump, suku bunga yang tinggi, pelemahan rupiah hingga berimbas pada stok BMW yang sangat berkurang.

"Semua itu bergabung menjadi 'badai yang sempurna' (perfect storm), yang mengakibatkan volume penjualan hanya hampir sepertiga dari kuartal pertama," jelasnya.

Meski demikian, BMW melihat adanya sinyal pemulihan yang mulai terbentuk. Momentum positif yang terbangun sejak akhir tahun lalu hingga awal tahun ini menjadi modal penting untuk mendorong kinerja di kuartal berikutnya.

Dengan meningkatnya minat konsumen yang tercermin dari pertumbuhan order dan strategi pemasaran yang agresif, BMW Group Indonesia berharap tren positif ini dapat terus berlanjut hingga paruh kedua tahun ini.

"Kuartal kedua kali ini, terlihat sangat mirip dengan kuartal pertama di mana terdapat momentum. Sekali lagi, kami sangat senang karena kami memiliki akhir tahun yang kuat tahun lalu. Dengan Festival of Joy yang kami gelar di Kemayoran, lalu pada kuartal pertama dengan IIMS yang sangat sukses, pada akhirnya investasi kami dalam menunjukkan kendaraan kami kepada publik memberikan hasil yang luar biasa," ungkap Sunny.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved