Dihadang Badai Filipina, Anggaday Tuntaskan Solo Touring 3 Negara 8.300 Km
Biker muda Made Angga menggelar solo touring melintasi Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam menempuh total perjalanan 8.300 km.
Ringkasan Berita:
- Biker muda Made Angga menuntaskan aktivitas solo touring lintas tiga negara ASEAN bertajuk Dare to Challenge 360 Borneo.
- Touring ini melintasi tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam melalui jalur Pan Borneo menempuh total perjalanan 8.300 km mulai dari Jakarta hingga kembali lagi ke Jakarta.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Biker muda Made Angga atau yang lebih dikenal sebagai Anggaday (28) menuntaskan aktivitas solo touring lintas tiga negara ASEAN bertajuk Dare to Challenge 360 Borneo.
Touring ini melintasi tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam melalui jalur Pan Borneo menempuh total perjalanan 8.300 km mulai dari Jakarta hingga kembali lagi ke Jakarta.
Anggaday memulai perjalanan dari Jakarta menuju Semarang, kemudian menyeberang ke Pontianak, Kalimantan Barat. Dari Pontianak, ia masuk ke Malaysia melalui perbatasan Aruk dan border Biawak, Sarawak.
Di Sarawak, Malaysia, ia melintasi rute Teluk Melano – Lundu – Kuching – Sibu – Miri, lalu memasuki Brunei Darussalam dan menetap selama tiga hari di brunei sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sabah, Malaysia, hingga mencapai Kota Kinabalu.
“Di Kudat saya terkendala badai Filipina dan tertahan selama tiga hari dua malam. Saya menunggu cuaca membaik untuk masuk ke Monumen Tip of Borneo, titik paling utara Pulau Borneo,” ujarnya.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Kundasang – Sandakan – Lahad Datu – Semporna – Tawau. Ia juga menyempatkan diri mengunjungi Monument Togod, Heart of Sabah, yang menurutnya merupakan lokasi ikonik yang patut diekspos oleh para rider.
Baca juga: Brotherhood of Bikers Rayakan Ultah ke-4 di Jakarta, Matangkan Agenda Touring Tahun Depan
Untuk keluar dari Tawau di Sabah menuju ke indonesia, Anggaday menyeberang menuju Pulau Nunukan, sementara motornya diangkut menggunakan perahu kecil menuju Pulau Sebatik.
“Saya bisa keluar lewat Tawau menuju ke Indonesia karena menggunakan dokumen Carnet. Keunggulan menggunakan carnet atau paspor motor adalah kita bisa melesaikan 360 borneo dan keluar lewat Tawau lalu melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Utara tanpa harus kembali ke Kalimantan Barat,” jelasnya.
Kembali ke Pontianak
Setelah mendarat di Sei Ular, Kalimantan Utara, perjalanannya berlanjut ke Malinau dan Tanjung Selor. Di Kalimantan Timur, ia melintasi Tanjung Redeb, Sangatta, Bontang, Samarinda, IKN, Balikpapan, hingga Tanah Grogot.
Memasuki Kalimantan Selatan, ia melintasi Batulicin dan Banjarmasin, kemudian berlanjut ke Kalimantan Tengah melalui Palangkaraya – Sampit – Pangkalan Bun, dan akhirnya kembali ke Kalimantan Barat melalui Nangatayap hingga tiba lagi di Pontianak.
Baca juga: Dari Ciwidey ke Garut, Sensasi Riding ADV160 ke Event Honda Bikers Day 2025
Selama perjalanan, Anggaday merasakan langsung kualitas jalur Pan Borneo Highway, jaringan jalan raya lintas negara yang menghubungkan Sabah dan Sarawak (Malaysia), Brunei Darussalam, serta terintegrasi dengan Trans-Kalimantan di Indonesia. ia menggunakan motor CB150R modifikasi adventure yang ia gunakan juga untuk ke sabang dan perbatasan timor leste kemarin.
“Di Sarawak dan Brunei, jalan Pan Borneo sangat bagus dan lebar. Kendaraan benar-benar dimanjakan karena jalannya mulus dan bebas macet.”
Namun, ia juga menemukan tantangan tersendiri, terutama terkait bahan bakar.
Di Malaysia, khususnya di Sarawak, kendaraan asing tidak diperbolehkan mengisi BBM bersubsidi RON 95. Rider harus mencari SPBU yang menyediakan RON 97, yang jumlahnya tidak banyak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Solo-touring-Anggaday-OK.jpg)