Jumat, 17 April 2026

Insentif CBU Mobil Listrik Berakhir, Geely Siapkan Strategi Hadapi 2026

Pemerintah memastikan tidak akan memperpanjang insentif impor utuh atau Completely Built Up (CBU) untuk mobil listrik berbasis baterai mulai 2026

Penulis: Lita Febriani
Editor: Sanusi
Tribunnews.com/HO
PRODUKSI MOBIL LISTRIK - Geely Auto Indonesia resmi memulai perakitan lokal Geely EX2 di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (19/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Meski tidak lagi menikmati fasilitas impor CBU, Geely tetap optimistis menghadapi persaingan pasar otomotif nasional pada 2026
  • Perusahaan menilai portofolio produk yang semakin lengkap menjadi modal penting untuk menjaga kinerja penjualan

 


TRIBUNNEWS COM, TANGERANG - Pemerintah memastikan tidak akan memperpanjang insentif impor utuh atau Completely Built Up (CBU) untuk mobil listrik berbasis baterai mulai 2026.

Kebijakan ini menjadi bagian dari penyesuaian arah pengembangan industri kendaraan listrik nasional agar lebih mendorong produksi dan perakitan di dalam negeri.

Fasilitas stimulus tersebut mencakup pembebasan bea masuk, keringanan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Baca juga: BGN Sanksi SPPG Terkait Kasus Keracunan MBG: Setop Operasi, Tak Ada Insentif

Kebijakan insentif ini dimanfaatkan sejumlah merek kendaraan listrik, termasuk Geely. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Geely mencatatkan penjualan ritel sebanyak 2.194 unit kendaraan di Indonesia selama periode pemanfaatan insentif tersebut.

Sales and Channel Development Director of Geely Auto Indonesia Constantinus Herlijoso mengatakan, dengan berakhirnya stimulus impor mobil listrik, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi.

"Terkait insentif, pemerintah menyebutnya stimulus. Kami menunggu kebijakan pemerintah dan secara internal sudah melakukan persiapan untuk menyikapi kebijakan tersebut," tutur Herlijoso dalam Media Gathering di PIK 2, Tangerang, Banten, Selasa (20/1/2026).

Meski tidak lagi menikmati fasilitas impor CBU, Geely tetap optimistis menghadapi persaingan pasar otomotif nasional pada 2026.

Perusahaan menilai portofolio produk yang semakin lengkap menjadi modal penting untuk menjaga kinerja penjualan.

Baca juga: Penghentian Insentif Mobil Listrik Berpotensi Tingkatkan Beban Subsidi Energi

Herlijoso menyebut, target penjualan Geely pada 2026 juga diproyeksikan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. "Target penjualan tahun ini akan tumbuh signifikan karena model kami sudah lebih banyak," imbuhnya.

Bagi Geely, kesiapan strategi dan perluasan lini produk dinilai menjadi kunci untuk tetap bersaing di tengah perubahan kebijakan dan dinamika pasar kendaraan listrik nasional.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved