Tes Kekokohan Rangka Bodi, Atap Jetour T2 Dibebani Panel LCD 350 Kilogram
Dua unit SUV Jetour T2 diuji kekuatan rangka bodi dan atapnya dengan menempatkan panel LCD dengan berat total 750 kg.
Ringkasan Berita:
- Dua unit SUV Jetour T2 diuji kekuatan rangka bodi dan atapnya dengan menempatkan panel LCD dengan berat total 750 kg.
- Demonstrasi ini untuk menguji sistem keamanan rangka bodi yang menggunakan high strength steel secara terintegrasi.
- SUV T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque menggunakan 80 persen high-strength steel, sehingga memberikan kekuatan dan stabilitas tinggi dan kemampuan menahan beban statis hingga 300 kilogram
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ada hal menarik di acara buka puasa dengan media yang diselenggarakan Jetour Indonesia di MGP Space di kawasan SCBD Jakarta, pekan ini.
Di panggung kecil yang dibuat di lokasi acara, dipajang dua unit SUV Jetour T2 yang kini sedang hype dalam posisi sejajar saling menyebelah menghadap tetamu undangan.
Di atas atap kedua SUV ini ditempatkan sebuah panel LCD berukuran besar dengan bobot total sekitar 700an kilogram. Agar panel LCD ini sempurna mendapatkan dudukan, di atap kedua SUV ini ditempatkan sebuah tatakan besi.
Baca juga: Jetour T2 Jadi Most Tested Car di IIMS 2026, Ini Target Setelah Raup 1.000 Lebih SPK
Dengan demikian masing-masing unit Jetour T2 memanggul beban 350 kg.
Demonstrasi kecil ini tentu saja memukau awak media karena menjadi pembuktian langsung setelah dalam berbagai sesi mengupas SUV lima penumpang ini, Jetour Indonesia sudah menyampaikan klaimnya tentang kekuatan struktur rangka bodi dan atap T2.
Moch Ranggy Radiansyah selaku Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia mengatakan, momentum ini memang sengaja digunakan untuk menunjukkan ketangguhan SUV yang sekarang jadi volume maker penjualan di Indonesia tersebut.
"Kekuatan struktur kendaraan ini mampu menahan beban lebih dari 350 kilogram. Bagi Jetour, safety bukan sekadar fitur tambahan, tetapi menjadi fondasi utama," ungkap Ranggy.
"Jika untuk menopang beban sebesar itu saja Jetour T2 mampu bisa dibayangkan kemampuannya untuk melindungi penumpang melalui ketanggungan struktur bodinya. Kita merancang sistem keamanan ini menggunakan high strength steel secara terintegrasi," bebernya.
Dia menjelaskan, Jetour T2 dibangun dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang menggunakan 80 persen high-strength steel, sehingga memberikan kekuatan dan stabilitas tinggi dengan kemampuan menahan beban statis hingga 300 kilogram serta torsion rigidity mencapai 31.000 Nm/degree.
"Melalui demonstrasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan tersebut bukan sekadar klaim, tetapi benar-benar menjadi fondasi keamanan dalam setiap perjalanan," ujarnya.
Selain struktur bodi yang kuat, T2 juga dilengkapi berbagai teknologi yang dirancang untuk meningkatkan visibilitas dan keamanan berkendara.
Salah satunya adalah 540° JSurround Vision yang memberikan pandangan menyeluruh di sekitar kendaraan, termasuk tampilan sasis transparan, sehingga membantu pengemudi bermanuver dengan lebih percaya diri.
"Visibilitas pengemudi juga jadi poin penting bagi Jetour. 540 derajat Surround View Camera dengan pemasangan kamera hingga ke bagian bawah kendaraan," sebutnya.
Fitur Radar Mendeteksi Kedalaman Genangan
Ranggy bilang, hal menarik lain dari SUV T2 adalah kemampuannya di medan offroad termasuk melintasi medan genangan atau banjir hingga setinggi 70 cm pada bodinya.
Kemampuan ini didapat berkat Flood Ready & Terrain Ready didukung fitur Wading Radar memungkinkan kendaraan mendeteksi kedalaman air secara real time dan melintasi genangan hingga 700 mm.
Ground clearance setinggi 220 mm di SUV ini membantunya melewati kondisi jalan yang tidak selalu dapat diprediksi.
Untuk mendukung keselamatan selama perjalanan, T2 punya ADAS Bosch Suite dengan radar generasi ke-5 dan kamera generasi ke-3 yang menghadirkan Level 2 Advanced Driver Assistance System.
"Teknologi ini membantu menjaga stabilitas kendaraan, mempertahankan jarak aman, serta memberikan berbagai fitur pendukung keselamatan berkendara," kata Ranggy.
Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan, perjalanan jauh saat mudik Lebaran berpotensi menimbulkan hilangnya kendali pada kecepatan karena inkonsistensi pergerakan kendaraan ke kanan dan ke kiri serta stop and go.
Karena itu pengendara dituntut siap dan siaga saat mengemudi. "Begitu ketika keluar dari jalur tol, pengemudi harus siap mengantisipasi munculnya pengguna jalan yang datang tiba tiba dari sisi kiri maupun kanan kendaraan," ujar Jusri.
Tantangan lain saat mudik adalah kebiasaan pengemudi membawa barang muatan banyak hingga ke atap.
"Saya sangat mengapresiasi kekuatan atap dan rangka bodi Jetour T2 ini yang impresif. Kekuatan rangka atap kendaraan jika tidak didukung kekuatan material yang kuat, bisa rusak konstruksinya jika dipaksa membawa beban berat," kata dia.
Dia juga memuji fitur ADAS yang membantu pengemudi saat membawa kendaraan seperti fitur autonomous braking, serta fitur deteksi kedalaman air dan lain lain.
"Tapi secanggih canggihnya fitur keselamatan pada mobil tidak mungkin bisa terwujud tanpa didukung kemampuan driver. Karena itu responsible driving merupakan hal utama, driver harus paham apa yang harus dia lakukan di mobil. Fitur-fitur di T2 ini sudah sangat memadai bagi pengemudi," tegas Jusri Pulubuhu.
Fathur Farhananda, Product Training Jetour Indonesia menambahkan, struktur rangka monokoi memberikan kenyamanan dan keamana dan menekan gejala limbung di jalan.
"Fitur keselamatan yang disematkan di mobil ini, punya terrain capabilities. Teknologi deteksi kedalaman air di mobil ini menggunakan teknologi sonar yang terpasang pada spion untuk mengukur kedalaman air," sebutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jetour-T2-di-MGP-Space-kawasan-SCBD-Jakarta.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.