Cara Merotasi Ban yang Benar Pada Mobil Berpenggerak Roda Depan dan Belakang
Merotasi ban secara berkala membuat usia pakai ban menjadi lebih panjang dan kendaraan lebih stabil saat dikemudikan.
Ringkasan Berita:
- Merotasi ban secara berkala membuat usia pakai ban menjadi lebih panjang dan kendaraan lebih stabil saat dikemudikan.
- Ban yang bertindak sebagai penggerak mobil biasanya akan lebih cepat aus karena menanggung beban puntir mesin, setir dan bahkan pengereman.
- Spooring dilakukan untuk memastikan roda sejajar dan sudutnya sesuai spesifikasi pabrikan, sementara, balancing tujuannya agar roda berputar seimbang dan tidak bergetar saat kecepatan tinggi.
TRIBUNNEWS.COM - Karena faktor pemakaian, kondisi jalan, hingga beban muatan, tapak ban pada kendaraan bisa cepat aus, bahkan bisa lebih cepat dari seharusnya.
Hal itu menyebabkan ban secara berkala harus dirotasi. Hal itu berlaku untuk mobil berpenggerak roda depan atau front wheel drive (FWD) maupun mobil berpenggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD).
Selain dirotasi secara berkala, ban juga perlu dirawat dengan cara spooring dan balancing di bengkel.
Keputusan merotasi ban dengan memindahkan posisi ban dari satu sisi ke sisi lainnya secara berkala. bertujuan agar keausan ban menjadi merata.
Manfaatnya, usia pakai ban menjadi lebih panjang dan kendaraan lebih stabil saat dikemudikan.
Jika rotasi tidak dilakukan, ban yang bertindak sebagai penggerak mobil biasanya akan lebih cepat aus karena menanggung beban puntir mesin, setir dan bahkan pengereman.
Akibatnya, kenyamanan dan keamanan berkendara bisa menurun.
Baca juga: Cek Kondisi Ban Mobil Usai Perjalanan Jauh atau Mudik ke Luar Kota, Lakukan Spooring dan Rotasi
Selain itu, gaya berkendara, permukaan jalan yang dilalui, dan pengaturan keselarasan sudut serta keseimbangan roda (spooring dan balancing) juga berpengaruh terhadap seberapa sering kita perlu merotasi posisi ban.
Anda disarankan untuk merotasi ban setiap 6 bulan atau 10 ribu.
Lantas bagaimana cara yang benar saat merotasi ban?
Mengutip situs MItsubishi Motors, pada mobil berpenggerak roda depan, kedua ban depan bertukar sisi (menyilang kiri ke kanan) namun pindah ke belakang. Ban belakang bertukar maju di sisi yang sama.
Sementara, pada mobil berpenggerak roda belakang, kedua ban belakang diletakkan ke sisi depan dengan menyilang. Ban depan pindah ke belakang dengan sisi yang sama.
Baca juga: Cuaca Panas, Biasakan Pantau Tabung Reservoir Radiator Mobil Anda
Untuk jenis mobil All Wheel Drive (AWD/4WD) atau mobil berpenggerak empat roda, kedua set ban bertukar sisi dan posisi. Ban depan bergerak mundur dan bertukar sisi, dan ban belakang bergerak maju dan beralih sisi.
Spooring dan Balancing
Kedua istilah ini tak hanya penting untuk membuat keausan ban merata, tetapi juga agak handling dan kenyamanan mobil tetap maksimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Spooring-dan-balancing-ban-OK.jpg)