Penting Buat Kamu, Ini yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Setelah Suntik Vaksin Covid-19
Supaya antobodi pasca vaksin terbentuk dengan baik, butuh waktu dua hingga tiga minggu. Berikut do’s and don’ts setelah divaksin Covid-19
Parapuan.co – Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai di Indonesia dalam upaya penanganan pandemi.
Supaya antibodi pasca vaksin terbentuk dengan baik, butuh waktu dua hingga tiga minggu.
Bukan berarti setelah divaksin kita bisa menjalani hidup normal ya Kawan Puan.
Kita tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan.
Nah, melansir dari Forbes, berikut do’s and don’ts atau hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah divaksin Covid-19.
Baca Juga: Ibu Hamil Lebih Rentan Terinfeksi Covid-19, Bahayakah untuk Bayi dalam Kandungan?
Do:
Beri apresiasi diri sendiri
Mengapresiasi diri karena telah memutuskan untuk vaksinasi.
Vaksinasi Covid-19 merupakan upaya berkelanjutan untuk kesehatan masyarakat seiring pemakaian masker dan social distancing.
Konsultasi ke dokter
Bicarakan dengan dokter jika kamu memiliki kekhawatiran tentang apakah riwayat kesehatan yang kamu miliki, atau obat yang kamu gunakan dapat memengaruhi keamanan atau keefektifan vaksin.
Baca Juga: Mengenal Coronaphobia, Gangguan Baru Kecemasan Berlebih Pada Covid-19
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjawab berbagai pertanyaan tentang siapa yang boleh dan harus divaksinasi, tetapi kamu juga harus konsultasi dengan dokter atau departemen kesehatan setempat untuk menjawab pertanyaanmu seputar vaksin Covid-19.
Jadwalkan vaksinasi
Pertimbangkan untuk menjadwalkan vaksinasi pada saat kamu memiliki fleksibilitas dalam hari kerja dan atau tanggung jawab pada keluarga kamu, ya.
Setelah vaksinasi mungkin kamu akan mengalami reaksi nyeri lengan ringan hingga sedang, kelelahan dan atau sakit kepala.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Cuti Bersama 2021 Resmi Dipangkas 5 Hari
Biasanya reaksi akan hilang dalam beberapa hari.
Mungkin ada baiknya jika kamu bisa merencanakan hari santai setelah vaksinasi.
Setelah Kawan Puan tahu apa yang harus dilakukan, inilah hal yang tidak boleh dilakukan setelah vaksinasi.
Don'ts:
Mengobati diri sendiri sebelum vaksin
Mengobati diri sendiri sebelum vaksinasi dengan harapan mencoba mencegah reaksi seperti demam atau nyeri lengan.
Baca Juga: Gabungan Masker Ini Jadi yang Terbaik Tangkal Covid-19, Pakai Dua Masker Medis Malah Tak Dianjurkan
Meskipun menggunakan obat-obatan ini pada saat vaksinasi dapat mengurangi efektivitas, ada penelitian yang menunjukkan bahwa obat-obatan tersebut dapat membuat vaksin menjadi kurang efektif.
Kalau kamu mengalami reaksi dan ingin meminum obat, ingat untuk konsultasikan dulu ke dokter, ya!
Ragu melapor reaksi vaksin
Ragu untuk melaporkan reaksi vaksin melalui sistem yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan sponsor vaksin, seperti Sistem Pelaporan Kejadian Merugikan Vaksin, yaitu Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI).
Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Pengaruhi Kesuburan Perempuan? Ahli Beri Penjelasannya
Reaksi yang dialami setiap orang setelah vaksinasi mungkin tidak terkait dengan vaksin, tetapi informasi ini tetap penting untuk dilaporkan supaya bisa dianalisis.
Informasi keamanan vaksin akan membantu pengembang vaksin dan dokter memberikan informasi yang lebih baik kepada pasien mereka.
Berhenti mematuhi protokol kesehatan
Berhenti memakai masker dan social distancing setelah vaksinasi.
Belum ada kepastian seseorang bisa benar-benar terhindar dari Covid-19 setelah divaksin.
Menunda vaksinasi
Ada baiknya kita segera melakukan registrasi vaksin Covid-19 di fasilitas kesehatan terdekat.
Jika yang sudah terdaftar melalui tempat kerja, bisa menunggu giliran untuk vaksinasi Covid-19.
(*)