Sabtu, 9 Mei 2026

Tak Bisa Sembarangan, Ini Pantangan Makan Sebelum Melakukan Tes GeNose

Sebelum melakukan tes dengan GeNose, ternyata ada pantangan sejumlah hal yang perlu dihindari. Apa saja? Ini penjelasannya

Tayang:
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-04-13 08:00:03 

Parapuan.co - Pemerintah juga telah menetapkan GeNose sebagai alat yang sah untuk pendeteksi virus corona sebagai syarat perjalanan menggunakan transportasi udara, darat, dan laut.

Bukan hanya melalui tes swab PCR atau antigen, kini GeNose juga menjadi salah satu pilihan untuk mendeteksi Covid-19.

Bukan hanya melalui tes swab PCR atau antigen, kini GeNose juga menjadi salah satu pilihan untuk mendeteksi Covid-19.

Baca Juga: Ini Alasan Para Ahli Sebut GeNose Belum Maksimal Deteksi Covid-19

Seperti yang kita tahu, GeNose merupakan alat pendeteksi virus corona yang bisa mengenali Covid-19 dari napas kita.

Alat pendeteksi Covid-19 ini pun kini tengah hangat jadi perbincangan publik.

Pasalnya, tes Covid-19 dengan GeNose ini disebut-sebut cukup akurat.

Selain itu, biaya yang perlu dikeluarkan juga murah, jauh dari biaya tes Covid-19 lainnya.

Penggunaan GeNose ini juga sudah mulai diterapkan di banyak tempat umum seperti stasiun, bandara, dan terminal.

GeNose ini sudah ada di 44 stasiun yang tersebar di seluruh Indonesia, terutama di wilayah Jabodetabek.


Alat pendeteksi Covid-19 GeNose ini juga sudah ada di 5 bandara di Indonesia.

Yaitu Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Bandara Juanda Surabaya, Bandara Husein Sastranegara Bandung, dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Dan yang terbaru GeNose juga akan bisa digunakan di Bandara Sultan Thaha Jambi mulai Senin (12/4/2021).

Lalu bagaimana cara untuk bisa melakukan tes GeNose ini?

Tes GeNose ini bisa dilakukan oleh calon penumpang yang hendak bepergian menggunakan Kereta Api Jarak Jauh maupun dengan pesawat.

Penumpang yang hendak melakukan tes GeNose harus memenuhi syarat yaitu memiliki tiket atau kode booking yang sudah lunas.

Sama seperti tes Covid-19 lainnya, tes GeNose C19 membutuhkan biaya sebesar Rp 30.000 untuk satu kali tindakan mulai 20 Maret 2021.

Baca Juga: Tips Aman Agar Tak Terinfeksi Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka

Sebagai peningkatan pelayanan, nantinya pemeriksaan GeNose C19 di stasiun akan terintegrasi dengan sistem tiket KAI.

Sehingga hasil pemeriksaan GeNose C19 pelanggan tersebut akan otomatis muncul pada layar boarding petugas. 

Sedangkan untuk di Bandara Sultan Thaha akan dikenakan biaya Rp 40.000 per orang.

"Hasil pemeriksaan melalui GeNose dapat diketahui dalam waktu sekitar 3 menit. Untuk tarifnya Rp 40.000 per orang," kata Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Indra Gunawan.

Untuk jadwal tes mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB di Airport Health Center Bandara Sultan Thaha Jambi yang terletak di area selasar.

Penggunaan alat ini pun ternyata tak bisa sembarangan lo, Kawan Puan.

Bagi Kawan Puan yang ingin melakukan tes dengan GeNose, ternyata ada pantangan sejumlah hal yang perlu dihindari.


Mengutip dari Kompas.com, Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Indra Gunawan mengingatkan agar setiap orang yang ingin melakukan tes GeNose, tidak mengonsumsi jengkol, petai, durian, kopi, bawang putih, dan merokok.

"Hanya boleh minum air putih minimal 30 menit sebelum melakukan pemeriksaan sampel napas. Karena bisa memengaruhi hasilnya," ucap Gunawan di Jambi, Minggu (11/4/2021).

Jika hal itu dilakukan ternyata akan mempengaruhi akurasi dari hasil penggunaan GeNose ini sendiri.

Baca Juga: Mengenal GeNose : Alat Deteksi Covid-19 dalam 2 Menit yang Menuai Kontra

Hal ini dijelaskan oleh Ketua Tim Pengembangan GeNose UGM Kuwat Triyana.

Seperti dikutip dari Kompas TV, Kuwat mengatakan bahwa bau rokok dan bau dari makanan serta minuman yang menyengat bisa mengganggu akurasi GeNose.

"Menurut informasi dari tim medis, apabila virus atau bakteri atau patogen yang masuk ke dalam saluran napas, maka di situ akan terjadi semacam reaksi metabolisme. Bentuknya atau hasilnya berupa senyawa yang mudah menguap atau bahasa ilmiahnya Organic Volatile Compound," jelas Kuwat.

Senyawa tersebut sangat khas sehingga bisa dideteksi mana senyawa yang dihasilkan oleh virus corona penyebab Covid-19 dan mana yang dihasilkan oleh virus lain.

"Kaitannya dengan makanan tadi, memang ada pengaruhnya, sedikit. Walaupun kami tidak menemukan semua yang habis makan, di-GeNose, positif atau negatif. Artinya, mengganggu sinyal," ujar Kuwat.

"Memang ada (salah deteksi) maka di dalam penggunaan ini kami menyarankan untuk satu jam sebelum tes itu jangan makan makanan yang baunya sangat menyengat, seperti durian, kemudian petai atau jengkol," imbuhnya.

(*)

Sumber: Parapuan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved