Selasa, 28 April 2026

Datang dari Berbagai Latar Belakang, BTS ARMY Ciptakan Ruang Aman bagi Keberagaman

ARMY memberikan ruang aman bagi para penggemar BTS untuk mempelajari dan mengekspresikan keberagaman mereka.

Tayang:
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-07-05 13:01:18 

Parapuan.co - Industri hiburan Korea Selatan yang berkembang di era modern ini telah memberikan dampak bagi keadaan sosial dan budaya dunia.

Penggemar musik Korea Selatan atau K-pop menjadi satu komunitas besar yang cukup kuat.

Lewat musik, mereka mampu menghubungkan budaya dari satu negara ke negara lainnya.

Setiap komunitas penggemar K-Pop memiliki keberagaman sendiri karena K-Pop telah berhasil menyentuh banyak orang dari berbagai latar belakang.

Adorable Representative MC for Youth atau ARMY, panggilan bagi penggemar dari boyband Korea Selatan BTS, merupakan salah satu komunitas penggemar K-Pop terbesar di dunia.

Baca Juga: Lawan Stigma Negatif Fandom K-Pop, BTS ARMY Help Center Kampanyekan Pentingnya Kesehatan Mental

Untuk melihat penyebaran ARMY di dunia, mereka menciptakan BTS ARMY Census yang menunjukkan bahwa ARMY berasal dari lebih dari 100 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Sensus BTS ARMY ini merupakan sebuah analisis demografis terbesar dari penggemar BTS yang pernah dilakukan hingga saat ini.

Lebih dari 400.000 penggemar BTS dari seluruh dunia menanggapi survei global tersebut pada tanggal 9 Juli hingga 30 September 2020.

Sensus ini bertujuan untuk menunjukkan jumlah komunitas ARMY yang terus berkembang.

Mengingat banyaknya penggemar BTS di Indonesia, negara ini berhasil menyumbangkan 20% dari jumlah BTS ARMY di dunia, angka tersebut merupakan jumlah persentase paling besar dibandingkan negara lain.

Bagaimana sebenarnya pengaruh BTS terhadap fenomena budaya ini?

Pada hari Jumat (2/7/2021), PARAPUAN berkesempatan untuk berbincang dengan Karlina Octaviany, seorang antropolog digital dan pendengar setia musik K-Pop terkait dengan fenomena yang terjadi ini.

BTS menjadi grup musik dengan jumlah penggemar terbesar dari berbagai latar belakang karena ada faktor penting yang mereka mampu sampaikan.

Baca Juga: Persona, Shadow, dan Ego: Ketika Teori Psikologi 'Map of the Soul' dan Musik Disatukan oleh BTS

Menurut Karlina, tidak seperi musisi mainstream lainnya, BTS mengangkat isu-isu penting yang jarang dibahas.

"Lewat lirik dan musiknya, BTS berbicara soal penindasan, masalah kesehatan mental, isu kehidupan sehari-hari yang membuat semua orang dari berbagai latar belakang bisa relate," ujar Karlina.

Pada setiap kesempatan mereka muncul di media, BTS dengan rendah hati mau mengelaborasikan liriknya dan menjelaskan maksud dan tujuan mereka.

Kerendahan hati dan afeksi dari BTS membuat pendengar yang merasa tidak diakui oleh budaya mainstream berkumpul bersama menjadi satu komunitas yang saling merefleksikan isu dan kompleksitas kehidupan lewat musik BTS.

Kekuatan globalisasi sesungguhnya

Hampir semua lirik BTS berbahasa Korea, namun hal tersebut tidak membatasi penggemar untuk memaknainya.

Menurut Karlina, BTS telah mewujudkan makna globalisasi sebenarnya lewat pendobrakan batas bahasa dan budaya.

Globalisasi adalah proses interaksi dan integrasi antara orang-orang dari seluruh dunia.

Baca Juga: 'Permission To Dance', Lagu Baru Ciptaan Ed Sheeran untuk BTS

Lewat budaya pop dan perkembangan teknologi serta internet, BTS ARMY membangun proses globalisasi tersebut.

Banyaknya ARMY yang bekerja di sektor budaya dan bahasa mampu menawarkan terjemahan bagi setiap lagu dan konten BTS.

"Kegiatan tersebut secara perlahan membuat ARMY sebagai satu komunitas besar secara bersamaan belajar budaya lain dan berinteraksi antar negara di dunia.

"Selama ini sistem industri musik barat cenderung membatasi bahasa dan budaya lain untuk masuk ke tingkat mainstream tapi BTS dan ARMY mampu menembus batas itu semua," ungkap Karlina.

Hubungan komunikasi antar negara tanpa ada kepentingan politik yang terasa asing kini dapat diwujudkan oleh konektivitas antar ARMY lewat internet dan media sosial.

"BTS ARMY membuktikan ternyata budaya pop dapat mendorong masyarakat dunia untuk saling belajar," ujar Karlina.

Ruang aman di masa pandemi

Banyak orang menemukan hobi baru lewat internet, termasuk menikmati musik K-Pop, di saat pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia ini.

Komunitas BTS ARMY pun menjadi tujuan tersendiri dari banyak orang untuk menemukan ruang amannya di masa sulit ini.

"Saat pandemi ini, kesehatan mental kita semua itu sedang diuji. BTS dan ARMY selalu mengangkat pentingnya kesehatan mental, maka banyak yang menemukan ruang aman di komunitas ARMY," jelas Karlina.

Baca Juga: Sukses Besar, BTS Berani Langgar Stereotip Gender dan Ciptakan Pesonanya Sendiri

Dengan terbuka, Komunitas ARMY selalu menyambut penggemar BTS yang baru hadir di saat pandemi ini. ARMY saling belajar dan mengajarkan hal-hal terkait BTS atau pun budaya K-Pop.

ARMY berhasil memberikan ruang aman bagi setiap penggemar BTS untuk belajar dengan keragaman tanpa penghakiman dari tiap anggota.

Walaupun ARMY selalu mendapatkan stigma negatif, namun tanpa masyarakat sadari, komunitas ini telah mewujudkan inklusivitas dan ruang aman yang sangat kita butuhkan di masa sulit ini. (*)

Sumber: Parapuan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved