Senin, 27 April 2026

Hanya Butuh 0 Rupiah, Apa Kelebihan dan Kekurangan KB Kalender?

Mencegah kehamilan dengan metode KB kalender memang mudah dan murah. Namun, ketahui terlebih dahulu kelebihan dan kekurangannya!

Tayang:
Ilustrasi Parapuan Foto 2021-08-27 19:00:51 

Parapuan.co - Penggunaan alat-alat kontrasepsi sering kali dianggap repot dan tak nyaman bagi sebagian perempuan.

Apalagi penggunaan kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan suntik KB yang harus selalu digunakan secara disiplin dan tepat waktu.

Lupa sedikit saja, efektivitas kontrasepsi pun bisa saja menurun.

Begitu pula KB spiral atau IUD yang pemasangannya harus dilakukan oleh dokter atau nakes.

Baca Juga: Adakah Efek Samping Penggunaan KB pada Kesehatan Mental Perempuan?

KB spiral pun dirasakan banyak perempuan menyebabkan ketidaknyamanan, baik pada saat pemasangan, ataupun saat setelah pemasangan.

Namun, perencanaan keluarga tetap dapat dilakukan tanpa menggunakan alat-alat kontrasepsi tersebut.

Upaya pencegahan kehamilan yang tak direncanakan dapat dilakukan dengan metode kontrasepsi tanpa intervensi hormon, bahkan dapat dilakukan tanpa bantuan penggunaan alat kontrasepsi apapun.

Tepatnya dengan metode KB Kalender atau fertility awareness method (FAM).

Disebut sebagai metode KB Kalender, karena metode kontrasepsi ini dilakukan dengan melakukan pencatatan tanggal siklus menstruasi di kalender.

Ya, dulunya cara ini memang memerlukan kegiatan catat-mencatat di kalender.

Namun saat ini sudah banyak aplikasi untuk melacak siklus menstruasi tanpa ribet yang bisa diunduh di smartphone.

Metode KB kalender dilakukan dengan cara mengetahui siklus menstruasi dan masa-masa subur perempuan.

Dilansir dari Healhline, masa subur tersebut tak lain adalah pada masa-masa ovulasi, atau ketika ovarium (indung telur) melepaskan sel telur.

Baca Juga: Benarkah Penggunaan IUD Menimbulkan Jerawat? Ini Jawaban Ahli

Ovulasi umumnya terjadi pada hari ke-12 hingga ke-16 setelah hari pertama menstruasi.

Lima hari sebelum ovulasi, hari H ovulasi, dan 24 jam setelah ovulasi adalah masa-masa di mana perempuan dikatakan paling subur, dan kemungkinan terjadinya kehamilan jika berhubungan seksual di masa-masa ini sangat besar.

Dengan mengetahui kapan datangnya masa subur, perempuan dapat mencegah kehamilan dengan cara tidak melakukan atau menghindari hubungan seksual tanpa bantuan alat kontrasepsi lain seperti kondom pada masa-masa tersebut.

Namun, layaknya metode kontrasepsi lainnya, KB kalender tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Perempuan perlu mengetahui plus dan minus dari KB kalender sebelum memilih untuk mengandalkan metode kontrasepsi yang satu ini.

Kelebihan Metode KB Kalender

Metode KB kalender sudah pasti lebih aman dari berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan kontrasepsi hormonal.

Misalnya saja perubahan siklus menstruasi, munculnya jerawat, perubahan mood, hingga rasa nyeri pada payudara.

Metode KB kalender pun sangat praktis karena tidak memerlukan ketepatan waktu seperti penggunaan pil, suntik, maupun koyo KB.

Bagusnya lagi, metode kontrasepsi ini tak memerlukan dana sepeserpun alias gratis, kecuali jika kamu berlangganan aplikasi untuk mecatat siklus menstruasi yang berbayar.

KB kalender pun dapat dihentikan kapan saja, saat kamu sudah berencana untuk hamil.

Baca Juga: Ingin Coba Kontrasepsi Koyo KB? Ini Plus Minusnya yang Perlu Diketahui

Kekurangan KB Kalender

Metode KB kalender bisa cukup efektif untuk mencegah kehamilan, tapi tentu saja efektivitasnya tak setinggi jika menggunakan alat kontrasepsi tertentu.

Efektivitas KB kalender pun sangat bergantung pada ketepatan dan konsistensi dalam pencatatan siklus.

Selain itu, ketepatan pencatatan siklus pun sangat bergantung pada seberapa teratur siklus menstruasi serta usia.

Metode KB kalender ini mungkin bukanlah pilihan kontrasepsi yang tepat untuk kamu yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

Cara kontrasepsi ini pun tak dapat melindungi perempuan dari ancaman penyakit menular seksual, serta membutuhkan pencatatan siklus secara konsisten selama enam bulan sebelum mengandalkan metode kontrasepsi ini.

(*)

Sumber: Parapuan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved