Kontrasepsi IUD Bisa Lepas dan Bergeser Saat Olahraga? Begini Kata Dokter
Apakah metode kontrasepsi IUD bisa bergeser atau bahkan lepas akibat berolahraga? Simak penjelasan dari dokter berikut ini!
Parapuan.co - Sedang mempertimbangkan pemasangan kontrasepsi IUD atau KB spiral?
IUD memang merupakan metode kontrasepsi yang aman dan relatif praktis bagi perempuan.
Sebab, penggunaannya tidak membutuhkan komitmen dan kedisipilinan.
Berbeda dengan metode kontrasepsi pil KB yang memerlukan kedisiplinan untuk dikonsumsi setiap hari dan di jam yang sama.
Begitu pula metode KB suntik yang harus dilakukan setiap sebulan sekali atau tiga bulan sekali.
Baca Juga: Apa Itu Alat Kontrasepsi Koyo KB? Simak Penjelasannya Berikut!
IUD hanya memerlukan pemasangan satu kali, dan dapat efektif mencegah kehamilan hingga 10 tahun untuk IUD copper (tembaga).
Sementara, IUD hormonal pun efektif selama tiga hingga lima tahun lamanya.
Namun, pemasangan IUD menjadi momok tersendiri bagi perempuan.
Bagaimana tidak, pemasangan IUD tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan harus dengan bantuan dokter dan tenaga medis.
Pemasangannya yang dilakukan melalui vagina pun tak jarang menyebabkan rasa kurang nyaman bagi sebagian orang.
Tak sedikit pula perempuan yang merasa takut jika IUD yang telah terpasang di dalam rahim sewaktu-waktu dapat bergeser atau bahkan lepas.
Ketakutan ini pula yang menimbulkan keraguan tersendiri di kalangan perempuan, terkait apakah pemakaian IUD akan tetap aman saat berolahraga?
Baca Juga: Cocok Dilakukan saat Akhir Pekan, Ini Rekomendasi Olahraga Bareng Keluarga
Selain itu, pertanyaan seperti “olahraga seperti apa yang aman dilakukan saat menggunakan IUD” sering pula dilontarkan oleh perempuan.
Menurut dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Northwestern Medicine, Laura Pineiro, yang dilansir dari POPSUGAR, penggunaan kontrasepsi IUD sebetulnya relatif aman untuk aktivitas fisik apapun.
Bahkan, IUD pada dasarnya tak menghambat perempuan untuk melakukan olahraga dengan intensitas tinggi sekalipun.
IUD ditempatkan di rongga intrauterin, yang digambarkan sebagai ruang segitiga kecil di dalam otot rahim.
Setelah terpasang, sangat kecil kemungkinan bagi IUD untuk bergerak dan berpindah tempat.
Kecil pula kemungkinannya IUD dapat terlepas dari rahim akibat berolahraga.
"Anda bisa berlari, mengangkat beban, berenang. Anda bisa melakukan segala jenis olahraga dengan IUD terpasang, dan seharusnya itu aman," ujar dr. Pineiro pada POPSUGAR.
Akan tetapi, IUD tetap saja memiliki efek samping yang bisa jadi memengaruhi kenyamanan saat berolahraga.
Efek samping yang ditimbulkan IUD dapat berupa kram di perut, pendarahan, dan keluarnya flek.
Baca Juga: Adakah Efek Samping Penggunaan KB pada Kesehatan Mental Perempuan?
Apabila kram yang dirasakan sangat mengganggu, dr. Pinero menganjurkan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, atau asam mefenamat.
Setelah pemasangan IUD selesai dilakukan, sebaiknya tunggu beberapa saat sebelum mulai berolahraga kembali.
Menurut dr. Pinero, sebaiknya tunggu selama 24 hingga 48 jam setelah pemasangan IUD untuk kembali berolahraga.
Jeda selama satu hingga dua hari ini berfungsi untuk memberi tubuh waktu dalam menyesuaikan diri dengan IUD yang baru terpasang.
Selain itu, setelah pemasangan IUD, sering kali rasa kram muncul dan akan mengganggu aktivitas, termasuk olahraga.
Karenanya, akan lebih baik untuk istirahat sementara setelah pemasangan IUD hingga rasa sakit dan kram menghilang.
Nah, artinya, tak perlu khawatir jika IUD akan mengganggu dan menghalangi untuk berolahraga, sebab apapun olahraganya, IUD akan tetap aman di tempatnya.
(*)

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/istock-1280893458jpg-20210828090109.jpg)