Bisa Meghambat Kemajuan Karier, Apa Itu Pola Pikir Scarcity Mentality?
Bisa menghambambat kemajuan kariermu, yuk kenali apa itu pola pikir scarcity mentality yang harus kamu hindari!
Penulis:
Fira Firoh
Parapuan.co- Kondisi persaingan kerja di dalam lingkungan kantor memang kerap terjadi.
Tak heran jika kondisi tersebut bisa memicu munculnya scarcity mentality.
Istilah ini memang masih asing di telinga orang-orang namun kerap terjadi di lingkungan kantor.
Mengutip dari laman Kompas.com yang tayang di Parapuan.co, scarcity mentality adalah pola berpikir yang didasari ketakutan dan kecemasan.
Hal itu tampak seperti takut tersaingi, takut terkalahkan, hingga takut terlihat buruk.
Tentu saja pola pikir ini tidak sehat karena kamu memiliki kepercayaan bahwa semua tidak akan berubah dan hal itu telah tertanam di alam bawah sadar.
Scarcity mentality bisa berwujud melalui kalimat “Ya memang seperti itu keadaannya, tidak mungkin berubah” atau dengan perilaku menyabotase dan membatasi diri sendiri dengan kalimat, “Aku tidak bisa, punyaku tidak cukup. Aku tidak punya uang. Aku tidak tahu harus apa".
Untuk mengenali lebih dalam mengenai pola pikir ini, berikut tanda-tanda scarcity mentality ada di pikiranmu!
1) Mengumpulkan semua benda yang bisa dikumpulkan hingga memenuhi rumah dan sulit menyisihkan barang;
Baca juga: Razan Izazi Bagikan Pengalaman 7 Tahun Bekerja Sebagai Content Writer
2) Sulit menerima affirmasi positif seperti pujian, hadiah, hingga kebaikan;
3) Kerap kali meremehkan pencapaian diri sendiri dan orang lain;
4) Saat dipuji, orang dengan scarcity mentality biasanya menjawab, "Ah, tidak ah, biasa saja...";
5) Selalu merasa kurang dan pelit ilmu, seperti tidak memberikan tips, mencuri, menipu, menutup-nutupi sesuatu, takut orang lain lebih jago dari dirinya, takut orang lain lebih diuntungkan, mencari jalan pintas, tidak mau mengeluarkan modal untuk mendapatkan ilmu, hingga takut tersaingi.