Senin, 11 Mei 2026

Puan Talks: Mengenal Komunikasi Berkesadaran untuk Jadi Pendengar yang Baik

Pada Puan Talks Senin (4/4/2022), Hanindita Setiadji jelaskan apa itu komunikasi berkesadaran untuk bisa menjadi pendengar yang baik.

Tayang:
Penulis: Saras Bening Sumunar
Editor: Arintya
Ilustrasi Parapuan Foto 2022-04-06 12:46:10 

Parapuan.co – Kawan Puan, jika mendengar kata berkesadaran pasti kamu akan langsung ingat dengan makan berkesadaran atau mindful eating.

Namun berkesadaran tak hanya soal makan, komunikasi pun juga memerlukan teknik berkesadaran lo.

Sebagai seseorang yang hidup bersama dengan orang lain, Kawan Puan pastinya sering jadi tempat curhat sahabat maupun keluarga.

Pertanyaannya, apakah kamu sudah benar-benar menjadi pendengar yang baik untuk mereka?

Menjadi seorang pendengar yang baik artinya kamu tidak terlepas dari komunikasi berkesadaran.

Pengertian komunikasi berkesadaran

Dalam Puan Talks Edisi 4 Maret 2021 yang bertajuk Mendengarkan untuk Memahami, Hanindita Setiadji, selaku founder Myndfulact dan Associate Consultant for People Development menjelaskan hal-hal terkait komunikasi berkesadaran.

Pada dasarnya, komunikasi sendiri merupakan proses menyampaikan dan menerima sebuah informasi.

Baca Juga: Kesibukan Kerap Menyita Waktu? Ini 4 Tips agar Selalu Dekat dengan Sahabat

Sementara, komunikasi berkesadaran merupakan respons yang kita berikan saat menerima informasi tersebut.

"Komunikasi berkesadaran artinya kita benar-benar sadar dan perhatian pada informasi tersebut biar enggak terjadi miss com," ungkap perempuan yang kerap disapa Tata melalui live Instagram @cerita_parapuan.

Itu berarti saat menerapkan komunikasi berkesadaran, Kawan Puan fokus dengan lawan bicara, menyimak, serta memahami apa yang mereka katakan.

"Kalau di bahasa Inggris kan, ada hearing dan listening, kalau komunikasi berkesadaran itu listening," tambahnya.

Komunikasi berkesadarn untuk jadi pendengar yang baik

Dengan menerapkan komunikasi berkesadaran, Kawan Puan bisa menjadi pendengar yang baik untuk lawan bicara.

Menurut Tata, pendengar yang baik bukan hanya diam namun juga fokus dan paham dengan apa yang dikatakan lawan bicara.

"Dengar dengan sadar, jangan ngapa-ngapain. Fokus dengan apa yang terjadi dihadapmu," jelas Tata.

Baca Juga: 4 Tanda yang Tak Disadari Ditunjukkan Sahabat saat Sedang Depresi

Bahkan jika diperlukan, Kawan Puan bisa memberikan feedback atau tanggapan terkait informasi yang diberikan.

Dalam praktiknya, penting untuk memperhatikan kapan waktu yang tepat memberikan tanggapan terkait informasi yang disampaikan.

Meski demikian, Tata mengatakan bahwa tidak ada fomula khusus kapan kamu bisa memberikan tanggapan namun ketahui kapan waktu yang tepat.

"Sebenarnya enggak ada formula yang baku, pada prinsipnya tunggu mereka selesai dulu, baru bicara," imbuhnya.

Hindari untuk memotong pembicaraan yang dilakukan oleh lawan bicara, sebab ini hanya akan membuat mereka tidak nyaman dan membuat informasi yang diberikan terputus.

Kawan Puan, itulah penjelasan tentang komunikasi berkesadaran untuk menjadi seorang pendengar yang baik.

Tertarik mencoba teknik komunikasi berkesadaran ini? (*)

Baca Juga: Selain Kontak Mata, Ini Tanda-Tanda Kamu Memiliki Chemistry dengan Sahabat

Sumber: Parapuan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved