Saat Remaja Lakukan Pemberontakan, Orangtua Perlu Lakukan Ini

Perlawanan pada remaja sebenarnya bisa disebabkan gangguan psikis yang ada

Editor: Erik S
anxietycanada.com
(Ilustrasi kenakalan remaja)Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Kejiwaan, dr Shelly Iskandar menyebutkan perilaku remaja tidak bisa dilihat dari satu momen saja 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menjadi orangtua bagi anak yang beranjak remaja tidaklah mudah. Terkadang, remaja menunjukkan sikap perlawanan dan pemberontakan. Lantas bagaimana orangtua menanganinya?

Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Kejiwaan, dr Shelly Iskandar menyebutkan perilaku remaja tidak bisa dilihat dari satu momen saja. Namun harus dilihat, dimulai dari perjalanan hidupnya.

Baca juga: Merasa Jiwa Muda, Prilly Latuconsina Akui Tak Kesulitan Saat Harus Syuting Bareng Artis-Artis Remaja

"Bagaimana saat kecil dan menjadi seseorang saat ini," ungkapnya pada webinar, Kamis (11/8/2022).

Menurut Shelly, perilaku tantrum atau perlawanan pada remaja sebenarnya bisa disebabkan gangguan psikis yang ada. Atau bisa juga karena penerapan dari nilai-nilai dan perkembangan moral.

Oleh karenanya, untuk mencegah remaja yang berisiko atau melakukan tindakan perlawanan, maka bisa dimulai dengan mengajarkan nilai-nilai positif saat masih kecil. Hingga tumbuh menjadi remaja.

Baca juga: Remaja Selandia Baru Dihukum Seumur Hidup karena Kasus Pembunuhan, Hakim: Pantas meski Masih Remaja

"Semoga dia mampu secara bertahap menentukan dengan jelas apa yang benar, apa yang baik dan salah," papar Shelly lagi. 

Namun jika sudah ditahap akut atau atau sudah menunjukkan perlawanan, maka orangtua perlu berupaya tenang. Karena tenang akan membantu ruang bicara. 

"Cobalah berusaha mendengarkan, sehingga emosi yang dominan akan berkurang. Didengarkan dulu, apa yang diinginkan," katanya lagi. 

Baca juga: Seorang Remaja di Tangerang Dianiaya Tiga Pelaku yang Gagal Tawuran

Nanti jika anak sudah tenang rileks, maka ajaklah berbicara. Di saat kondisi emosi sudah tenang, remaja lebih mampu mendengarkan apa yang orangtua sampaikan. 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved