Pemilu 2014
Surya Paloh: Indonesia Dulu Disegani karena Punya Pemimpin Visioner
Surya Paloh merasa kecewa lantaran Indonesia di jaman kiwari tak lagi disegani oleh negara-negara lain.
Laporan Wartawan Tribunnews.com Danang Setiaji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh merasa kecewa lantaran Indonesia di jaman kiwari tak lagi disegani oleh negara-negara lain.
Padahal, di era 1960-an, Indonesia merupakan negara yang disegani dalam pergaulan internasional.
Menurutnya, arus balik kewibawaan Indonesia sebagai negara tersebut disebabkan tidak adanya pemimpin nasional yang berakarakter visioner.
Dulu, kata Paloh, Indonesia memiliki Soekarno yang mampu membawa Indonesia disegani oleh dua negara adikuasa, Uni Soviet dan Amerika Serikat.
"Indonesia kala itu masih berstatus negara yang baru merdeka, tapi mampu menjadi inisiator gerakan non-blok dan konsisten melakukan politik bebas aktif," kata Surya Paloh di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (23/2/2014).
"Hebatnya lagi, Indonesia menawarkan ideologi Pancasila kepada dunia sebagai alat pemersatu. Itu yang dikatakan founding father bangsa ini. Indonesia juga menawarkan pada negara yang baru merdeka untuk berdikari, menghindari negara-negara kapitalis," tegasnya lagi.
Bos Media Group itu mengingatkan, prestasi Indonesia di masa lalu karena memunyai pemimpin yang mampu memberikan arahan kepada rakyatnya.
"Pertanyaannya, kenapa kita mampu sampai tahap penghormatan disegani bangsa mana pun? Karena bangsa ini memiliki pemimpin yang visioner, punya kekuatan leadership, punya kemampuan berikan arahan yang jelas. Maju, mundur, tegak berdiri," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20131203_220346_ketua-kpk-beri-kuliah-umum.jpg)