Calon Presiden 2014
'Kebisuan' Megawati Menuai Banyak Takwil Politik
Sikap Megawati Soekarnoputri yang belum juga mengumumkan calon presiden yang bakal diusung, menuai banyak tafsiran.
Laporan Wartawan Tribunnews.com Bahri Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sikap Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri yang belum juga mengumumkan calon presiden yang bakal diusung, menuai banyak tafsiran.
Padahal, banyak kalangan yang menilai bahkan kendesak salah satu tokoh elite pendukung reformasi 1998 tersebut menunjuk Gubernur DKI Jakarta Joko "Jokowi" Widodo sebagai capres pada Pemilihan Presiden 9 Juli 2014.
Teranyar, Koordinator Solusi Pemuda Indonesia (SPI) Faidzin, Kamis (6/3/2014), menguraikan takwil perihal "kebisuan" Megawati terkait capres yang bakal diusung PDI Perjuangan.
"Jangan-jangan, Mbak Mega masih mempertimbangkan, apakah benar Jokowi sebagai calon presiden yang tepat," ujar Faidzin.
Namun, ia juga memiliki tafsiran lain atas sikap Mega tersebut. Menurutnya, putri Presiden pertama RI tersebut, Jokowi masih belum menyelesaikan banyak pekerjaannya sebagai gubernur.
Ia juga berpendapat, sikap Mega yang tidak tegas dikarenakan masih berminat kembali mencalonkan diri sebagai presiden.
"Mbak Mega ini orangnya keras kepala. Rasa percaya dirinya juga terlalu tinggi," tukasnya.
Sementara Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit mengatakan, sikap Megawati terkait pencalonan Jokowi sebagai calon presiden merupakan bentuk kehati-hatiannya sebagai seorang pucuk pemimpin partai.
"Dia melihat ke dalam, apakah akan ada penggalangan suara. Lalu melihat keluar, apakah Jokowi benar-benar memiliki potensi," jelas Arbi Sanit.
Mengenai peluang Mega untuk kembali mencalonkan diri sebagai capres, Arbi berpendapat momentum sudah tak lagi berpihak pada politikus perempuan tersebut.
Apalagi pada masa kepemimpinannya, Megawati terbukti tidak melakukan sesuatu yang signifikan.
"Mega sudah terbukti gagal. Yang diandalkan sekarang kan trah Soekarno, tapi kini politik kekeluargaan itu sudah tidak zaman," tandasnya.