Sabtu, 24 Januari 2026

Pemilu 2014

Jelang Pemilu, Komisioner KPU Diteror

Namun, tak jarang dirinya juga mendapatkan teror dari pihak yang tidak menyukainya melalui ponsel pribadinya

Warta Kota/henry lopulalan/henry lopulalan
BERTEMU WARTAWAN - Komisioner Komisi Pemilihan Umum Ferry Kurnia Rizkiyansyah menjawab pertanyaan wartawan di KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/3). (Warta Kota/henry lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjabat sebagai komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidaklah semudah dibayangkan. Selain harus bekerja menyelenggarakan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, ada juga cobaan yang harus dihadapi.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengaku kerap mendapat pujian atas kinerjanya. Namun, tak jarang dirinya juga mendapatkan teror dari pihak yang tidak menyukainya melalui ponsel pribadinya.

"Ada apresiasi buat saya, ada juga teror yang saya terima melalui SMS," kata Ferry kepada Tribunnews.com saat berkunjung ke kantor Redaksi Tribun Network di Palmerah, Jakarta, Kamis (13/3/2014).

Ferry menuturkan, teror yang diterimanya tersebut semakin banyak datang saat Pemilu makin dekat pelaksanaannya. Menurutnya, teror yang datang ke ponselnya kebanyakan datang dari daerah yang nomornya ia sinyalir berbeda dengan yang ada di Jakarta.

"Ada yang mengancam saya mati. Isinya 'cepat atau lambat kamu akan mati'," tuturnya.

Meski kerap mendapatkan ancaman, dirinya tidak membentengi diri dengan menggunakan pengawal khusus. Dirinya mengaku hanya ditemani oleh seorang stafnya saat bertugas di luar gedung KPU.

"Kalau di gedung KPU hanya Pamdal saja pengamanannya," ucapnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved