Pemilu 2014
SBY Pastikan Tugas Kepresidenan Tetap Prioritas Meski Ikut Berkampanye
Presiden bangga karena hingga memasuki hari ke sepuluh masa kampanye politik, suasana relatif kondusif.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan jika Pemilu legislatif maupun pemilu Presiden tahun 2014 ini dapat berjalan lancar, tertib dan aman maka patutlah disyukuri bahwa Indonesia telah berhasil memasuki era kematangan demokrasi.
"Alhamdulillah kita boleh bangga karena tidak banyak negara yang melakukan transisi demokrasi berjalan dengan baik. Tidak sedikit yang kandas, yang gagal, dan bahkan yang mundur ke belakang atau setback," ujar SBY di hadapan puluhan wartawan media lokal Jawa Tengah, di Brebes, Selasa (25/3/2014).
Presiden pun bangga karena hingga memasuki hari ke sepuluh masa kampanye politik, suasana relatif kondusif dan tidak terjadi kekerasan ataupun tindakan-tindakan anarkis di level akar rumput.
Menurut SBY, kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan pandangan politik mulai tampak. Masyarakat dapat tetap tenang dan tidak mengganggu aktivitas kampanye partai politik yang kebetulan tidak diminatinya. Sebaliknya pendukung partai politik tertentu dapat mengikuti kegiatan kampanye tanpa melakukan aksi vandalisme ataupun kekacauan sosial.
Karena itu, Presiden menyampaikan penghargaannya atas upaya semua pihak baik para tokoh politik, aparat pemerintahan, aparat TNI dan Polri serta wartawan dan media massa yang secara bersama membawa Indonesia melalui masa transisi demokrasi dan sukses melakukan konsolidasi menuju masyarakat madani yang matang secara demokratis.
Tugas Kepresidenan
Lebih jauh Presiden menegaskan tugas-tugas kepresidenan tetaplah menjadi hal yang utama saat ini. Meski Presiden SBY selaku ketua Partai Politik juga terpaksa ikut terjun berkampanye. Namun segala kegiatan yang bermuara pada tanggungjawabnya sebagai seorang presiden tetap berjalan.
Dijelaskan, bahwa Presiden menandatangani berbagai keputusan strategis sambil melakukan kunjungan ke daerah. Selain itu SBY juga memberikan berbagai instruksi terkait tugas kenegaraan yang disandangnya.
"Saya masih menandatangani surat-surat, saya masih mengambil keputusan, saya masih memberikan instruksi apapun, apakah ekonomi, urusan kita dengan negara sahabat, dan sebagainya. Namun tentu beberapa jam dalam satu minggunya saya sekali lagi harus menjalankan tugas politik," ucap SBY, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Rabu (25/3/2014) pagi.
Bagi SBY, keberadaan partai lain yang berbeda dengan sikap politiknya bukanlah lawan. Keberadaan partai-partai lain adalah keniscayaan demokrasi. Sejauh semua pihak dapat secara dewasa mempertahankan suasana damai di dalam perbedaan pandangan dan sikap politik, maka beragamnya partai politik peserta pemilu bukanlah sesuatu hal yang patut dikhawatirkan.
"Tentu namanya Pemilu ya ada kritik mengkritik, serang menyerang itu wajar. Negara manapun begitu. Tapi yang penting ada batasnya," jelasnya. (andri malau)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140323_212202_sby-susilo.jpg)