Pemilu 2014

Puluhan Ribu Polisi Mulai Disiagakan di TPS

Mereka akan ikut mengawal distribusi logistik pemilihan legislatif 2014 yang diharapkan pada Selasa (8/4/2014) besok

Puluhan Ribu Polisi Mulai Disiagakan di TPS
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Polisi berusaha membubarkan massa yang ingin mengambil kotak suara pada simulasi pengamanan pemungutan suara di TPS Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (3/3/2013). Simulasi tersebut guna melatih kesiapan petugas-petugas terkait proses pemungutan suara pada Pemilu dan Pilpres 2014 terutama faktor keamanan kotak berisi surat suara pasca pencoblosan di TPS. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Sebanyak 1.906 personel kepolisian yang menggelar Apel Kesiapan Pergeseran Pasukan Operasi Mantap Brata Jaya 2014 di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (7/4/2014), langsung digeser dan ditugaskan bersiaga di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Mereka akan ikut mengawal distribusi logistik pemilihan legislatif 2014 yang diharapkan pada Selasa (8/4/2014) besok semuanya sudah sampai di TPS.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Dwi Priyatno, menuturkan ada sekitar 20.000 personel polisi yang mengawal dan mengamankan jalannya pemilu legislatif 9 April mendatang.

Mereka akan dibantu oleh anggota TNI Polri dan Linmas.

"Setelah ini semua anggota langsung digeser ke TPS-TPS sesuai penugasannya masing-masing. Personel dan peralatan kami sudah siap semuanya. Ada kurang lebih 20.000 personel yang diturunkan baik di TPS maupun yang stand by dan patroli," kata Dwi usai memimpin Apel Kesiapan Pergeseran Pasukan Operasi Mantap Brata Jaya 2014 di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (7/4/2014).

Menurutnya, Polda Metro Jaya telah berkoordinasi dengan KPU, TNI dan Pemprov DKI Jakarta untuk mengawal distribusi logistik pemilu sekaligus penjagaan di TPS hingga penghitungan dan pengumpulan kotak suara di PPK atau tingkat kecamatan usai pemungutan suara di TPS.

"Jadi mulai dari distribusi logistik, sebelum pemungutan, lalu saat pemungutan suara, hingga penghitungan dan pengumpulan suara semua kami kawal," katanya.

Menurutnya sampai saat ini belum ada ancaman ataupun gangguan berarti yang berpotensi menggangu pemungutan suara 9 April mendatang.

Walaupun begitu, kata Dwi, pihaknya akan tetap mengantisipasi potensi yang kemungkinan muncul.

"Perkiraan ancaman tetap kami antisipasi dan dengan memperkirakan dari perkembangan situasi di lapangan. Dan sampai saat ini belum ada hal-hal yang mengancam atau akan mengganggu Pemilu. Semuanya akan kami akan antisipasi," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved