Rabu, 8 April 2026

Pemilu 2014

Anis: PKS Masih Bisa Patahkan Prediksi Lembaga Survei

Pusat Tabulasi Suara Nasional PKS menunjukkan bahwa PKS menduduki peringkat keempat dalam pemilihan legislatif 2014.

Editor: Sanusi
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta membawakan orasi politiknya saat melakukan kampanye terbuka di Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau, Medan, Sumatera Utara, Rabu (26/3/2014) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pusat Tabulasi Suara Nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menunjukkan bahwa PKS menduduki peringkat keempat dalam pemilihan legislatif 2014. Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan apa yang ditunjukkan hitung cepat berbagai lembaga survei.

Dalam hitung cepat internal PKS diketahui peringkat pertama diduduki Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dengan perolehan suara mencapai 18,93 persen, diikuti oleh Partai Golkar 15,21 persen, Partai Gerindra 11,48 persen dan PKS 9,44 persen.

Presiden PKS, Anis Matta dalam konfrensi persnya di kantor DPP PKS, Jalan TB.Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014), mengatakan berdasarkan hasil hitungan cepat itu PKS masih masuk dalam lima besar partai pemenang pemilu.

Anis menganggap peringkat lima itu sebagai suatu hal yang positif, mengingat badai yang menerpa PKS beberapa tahun belakangan, termasuk ditangkapnya Presiden PKS sebelum Anis, Lutfie Hasan Ishaaq karena kasus suap penambahan impor daging sapi.

"Jika membandingkan badai yang kami hadapi, dibanding partai lain saya kira bisa dinilai," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hasil tersebut juga menunjukkan, bahwa prediksi berbagai lembaga survei yang menyebut PKS akan kandas pada pemilu 2014 ini tidaklah benar.

Dalam kesempatan itu ia juga mengimbau kepada seluruh kader dan pengurus PKS di semua wilayah, untuk tidak meninggalkan TPS sampai penghitungan suara benar-benar selesai. Anis juga meminta calon anggota legislatif (caleg) PKS agar benar-benar memantau perhitungan suara.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved