Calon Presiden 2014

Peneliti di Australia Analisa Kebijakan Luar Negeri Jokowi dan Prabowo

Australia mengamati berlangsungnya pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada 2014.

Peneliti di Australia Analisa Kebijakan Luar Negeri Jokowi dan Prabowo
Tribunnews/Dany Permana
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto (berpeci) menjawab pertanyaan wartawan usai menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Legislatif di TPS 02 RT 02/09, Kampung Curuk, Desa Bojong Keong, Hambalang, Kabupaten Bogor, Rabu (9/4/2014). Selain mencalonkan Prabowo sebagai presiden, Partai Gerindra juga menargetkan meraih minimal 20 persen kursi DPR dalam Pemilu 2014 ini. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, CANBERRA – Australia mengamati berlangsungnya pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada 2014.  Peneliti dari Universitas Sydney, Elisabeth Kramer, menganalisa kebijakan  luar negeri di Indonesia setelah berlangsungnya pemilu.

Menurut Elisabeth, ada dua kandidat kuat calon Presiden Indonesia, Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Dia menilai, sangat sulit untuk mengetahui kebijakan luar negeri Jokowi.  

“Dia telah membatasi pengalaman diplomatik internasional dan telah mengeluarkan sedikit komentar tentang urusan internasional,” tulis Elisabeth seperti dilansir media Australia, SBS.

“Liputan media yang paling dekat dari Jokowi tampaknya untuk sampai ke menyentuh pada isu-isu internasional diskusi cintanya kepada Metallica," tulis Elisabeth.  

Sementara itu, kemungkinan lawan Jokowi untuk presiden Prabowo Subianto telah memberikan indikasi yang kuat posisinya di hubungan Australia-Indonesia.

“Sementara Prabowo cepat untuk mempertahankan penyadapan telepon Australia platform partainya juga memiliki nasionalis ekonomi yang kuat, dengan sedikit menyebutkan hubungan internasional," tulis Elisabeth Kramer.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved