Calon Presiden 2014
SBY Sering Tampil di Youtube karena Mulai Kehilangan Pamor
beberapa kali SBY terlihat menyampaikan pandangan politiknya di media Youtube
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik, Ray Rangkuti menilai Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah kehilangan pamor pesona dan daya tarik dalam dinamika politik pascapemilihan Legislatif (Pileg) 2014.
Karena itu beberapa kali SBY terlihat menyampaikan pandangan politiknya di media Youtube.
"Pesan yang paling jelas adalah SBY kehilngan pamor, pesona dan daya tarik," ujar Ray kepada Tribunnews.com, Rabu (7/5/2014).
Lebih jauh Ray melihat, sekalipun perolehan suara partainya mencapai 10 persen, tapi tidak cukup menjadi daya tawar atau daya pikat bagi parpol-parpol lain untuk melirik dan mengajaknya membentuk koalisi.
Setidaknya menurut Ray ada dua alasan. Pertama, ada pada pribadi SBY sendiri yang terkesan jaga citra, jaga gengsi atau bahkan mungkin jaga harga. Dan sikap seperti ini mulai tidak menarik dalam pergaulan politik.
Berikutnya kata Ray, ada unsur tidak percaya pada ikatan-ikatan kotraktual politik dengan SBY. Tentu saja hal ini berdasarkan pengalaman yang dialami bersama selama menjadi koalisi di dalam Indonesia Bersatu.
Selain itu, kata dia, tentu bila terkait dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri atau PDIP ada hubungannya dengan masa lalu kedua tokoh. Yakni Mega dan SBY.
Karena itu, katanya dalam situasi seperti itu, parpol-parpol lain tidak terlalu melirik SBY. Lebih-lebih tak ada jagoan yang memikat di pasar pemilu dari partai Demokrat.
Selain itu dia menilai, pesona SBY juga sebagai pusat politik pun sudah memudar. Tentu saja hal ini seiring dengan makin dekatnya masa akhir jabatan SBY sebagai presiden.
Dan pada saat yang sama, lanjutnya, SBY tidak mampu menaikan posisi sebagai begawan politisi. Akibatnya seperti yang terlihat sekarang, pikiran-pikiran SBY sebagai pribadi tidak mendapat perhatian masyarakat.
Bahkan, hanya karena jabatannya sebagai Presidenlah yang membuat ucapan-ucapan SBY menjadi perhatian.
Dengan kenyataan itu, dia melihat, SBY harus membuat inovasi sendiri untuk mengutarakan idenya. Salah satunya adalah melalui youtube itu.
"Jadi sekalipun pesona dirinya, bukan jabatannya. Terlihat tidak mendapat tempat, tapi setidaknya pikiran-pikirannya masih bisa dilihat melalui youtube," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140505_161942_sby-terima-kunjungan-putera-mahkota-brunei-darussalam.jpg)